Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Disdikbud Kutim Perkuat Peran PKBM

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat tata kelola Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus memperluas peran PKBM dalam penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Penguatan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kelembagaan serta Manajemen SPNF dalam Mewujudkan Pendidikan Profesional dan Berkualitas yang digelar 26-28 Agustus 2026 di Hotel Royal Victory Sangatta.
Sebanyak 83 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur Disdikbud, Korwil Pendidikan, pengawas TK, SKB Kutai Timur serta pengelola PKBM dari sejumlah kecamatan di Kutim.
Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan peningkatan manajemen menjadi salah satu kunci agar SPNF mampu memberikan layanan pendidikan yang profesional dan berkualitas.
“Manajemen yang terkait dengan satuan PAUD dan PNF itu kita tingkatkan. Bagaimana melakukan pengelolaan manajemen secara keseluruhan bisa sama dan setara juga dengan pendidikan formal,” kata Heri.
Menurutnya, penguatan SPNF tidak boleh berhenti pada pembenahan administrasi dan tata kelola kelembagaan. Hasil pelatihan harus diterapkan di lapangan, termasuk memperkuat pendidikan vokasi bagi warga belajar.
Heri menilai pendidikan vokasi menjadi pembeda penting pendidikan nonformal. Warga belajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika menyelesaikan pendidikan.
“Di nonformal kita pengetahuannya dapat, vokasinya juga bisa didapat. Sehingga ketika nanti mereka lulus, mereka tidak akan kesulitan mencari kerja karena sudah dibekali dengan keterampilan,” ujarnya.
Penguatan vokasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya UMKM baru. Disdikbud berharap keterampilan yang diperoleh warga belajar tidak berhenti sebagai bekal mencari pekerjaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Kita berharap nanti itu akan menjadi UMKM-UMKM baru yang tumbuh di Kutai Timur,” tegasnya.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas PKBM juga diarahkan untuk membantu pemerintah menangani ATS. Heri menyebut sejumlah PKBM telah membangun kerja sama dengan pemerintah desa, kecamatan maupun perusahaan untuk menarik kembali anak-anak yang tidak sekolah ke jalur pendidikan nonformal.
Salah satu pola yang dinilai menarik dilakukan PKBM Ambalat Mulya. Warga belajar dilibatkan untuk membantu mencari data ATS di wilayahnya, kemudian mendorong mereka kembali mengikuti pendidikan di PKBM.
“Setelah itu menarik mereka kembali bersekolah di PKBM. Itu salah satunya bentuk implementasi program mereka dan menjadi bagian dari dasar kita nanti untuk melakukan evaluasi,” jelas Heri.
Melalui penguatan kelembagaan dan manajemen tersebut, Disdikbud Kutim berharap SPNF semakin mampu menjalankan fungsi pendidikan secara profesional, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, dan memperluas penanganan ATS di Kutai Timur.
![]()











