Riset Sport Science, Langkah Kutim Membangun Sistem Pembinaan Atlet Berbasis Data

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai mengambil pendekatan ilmiah dalam membina atlet muda. Melalui riset sport science yang dilakukan oleh FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Kutim mulai memetakan bakat olahraga anak-anaknya sejak dini.
Ketua Tim Riset, Muhammad Ramli, mengatakan, survei awal di GOR Kudungga telah mengidentifikasi sejumlah pelajar dengan kemampuan fisik dan bakat olahraga menonjol. “Saat ini data tersebut sedang dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar pembinaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dibentuknya kelas khusus olahraga di tingkat SD dan SMP,” jelas Ramli.
Ia menambahkan, riset ini juga membuka peluang bagi siswa berprestasi olahraga untuk melanjutkan studi ke FKIP Unmul tanpa tes, sebagai bagian dari jalur afirmasi bagi atlet daerah.
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, pendekatan ilmiah sangat penting agar pembinaan olahraga lebih tepat sasaran. “Kita ingin memastikan potensi anak-anak Kutim bisa dibina dengan program yang sesuai kemampuan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menilai langkah ini sejalan dengan misi Pemkab memperkuat SDM olahraga melalui pembangunan fasilitas dan sistem pembinaan terpadu. “Dengan pendekatan ilmiah, kita bisa lebih tepat menentukan program pembinaan dan memastikan bakat atlet tidak hilang begitu saja,” kata Basuki.
Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan ini diharapkan melahirkan peta jalan pembinaan olahraga Kutim yang lebih terukur dan berkelanjutan. (ADV)
![]()








