Kunjungan Bupati dan Wabup Kutim di Miau Baru Jadi Simbol Kepemimpinan Humanis

KONGBENG – Di tengah hamparan hijau dan kemeriahan Festival Budaya Ufah 2025 di Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng, Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi membangun “jembatan hati” dengan masyarakat. Kunjungan mereka yang penuh kehangatan menjadi simbol kepemimpinan yang berakar pada kemanusiaan.
Bupati Ardiansyah dengan ramah menyapa anak-anak di tepi jalan, menyalami dan menanyakan nama mereka satu per satu. Beberapa anak tampak malu, namun wajah mereka berubah cerah saat bupati menepuk lembut kepala seorang bocah perempuan. Tak jauh dari sana, Wabup Mahyunadi ikut berbincang akrab dengan sekelompok anak, menambah suasana kekeluargaan.
Warga desa tersenyum, sebagian merekam momen itu sebagai kenangan berharga. Bagi mereka, kedatangan dua pemimpin daerah itu bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk nyata empati dan keterhubungan emosional antara pemerintah dan rakyat.
Keramahan dan kehumanisan dua pemimpin Kutim ini juga diwujudkan dengan memberikan dukungan perayaan kebudayaan di Kutim yang beragam. Di Miau Baru, Pemkab Kutim mendukung pelaksanaan Festival Budaya Ufah 2025.
Ardiansyah menyatakan, festival budaya Dayak Kayan ini bagian dari pembangunan sumber daya manusia. “Selamat Kepada Masyarakat Miau Baru yang hari ini melaksanakan Festival Budaya Ufah. Mudah-mudahan ini memberikan nuansa semangat dan keberkahan bagi masyarakat Miau Baru.
Momen ini menunjukkan bahwa membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyentuh hati masyarakat. Melalui interaksi sederhana namun bermakna, Bupati dan Wabup Kutim menghidupkan kembali makna kepemimpinan yang melayani dan menginspirasi. (ADV/ProkopimKutim/E)
![]()











