PRO PADA RUTILAHU Ubah Rumah Reyot jadi Layak Huni

SANGATTA – Di Kutai Timur (Kutim), rumah bukan sekadar bangunan berdinding kayu dan beratap seng. Rumah merupakan simbol martabat dan harapan hidup yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak keluarga di pelosok yang harus bertahan di rumah tak layak huni dengan dinding rapuh, atap bocor, dan lantai tanah.

Menyadari masalah itu, Pemkab Kutim meluncurkan Program Terpadu Pembangunan dan Peningkatan Rumah Tidak Layak Huni, yang kemudian dipopulerkan dengan istilah PRO PADA RUTILAHU.  Ini menjadi bagian dari 50 program unggulan Kutai Timur Hebat yang dipimpin Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan 1.000 rumah layak huni untuk warga miskin. Tak hanya soal dinding dan atap baru, tetapi juga tentang memulihkan rasa percaya diri dan martabat keluarga Kutim.

“Program ini menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni,” jelas Mohammad Noor, Kabid Permukiman Dinas Permuhan dan Permukiman (Disperkim) Kutim.

Noor mengatakan, sejak diluncurkan, program ini sudah memberikan solusi pendataan yang komprehensif. “Ini bukan hanya soal membangun rumah baru, tapi memastikan bahwa pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegasnya.

Program dijalankan secara kolaboratif antara pemerintah desa, kecamatan, dan kelompok kerja PKP. Sejalan dengan Renstra Perubahan 2021–2026, PRO PADA RUTILAHU menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kutim menekan angka kemiskinan dan memperluas akses terhadap hunian layak.

Di antara tumpukan batu bata dan genting baru, terselip harapan yang tumbuh. Bagi warga penerima manfaat, rumah itu bukan sekadar bangunan — tapi bukti bahwa pemerintah hadir di sisi rakyatnya. (ADV/ProkopimKutim/E)

Loading

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH