DPPPA Kutim Harus Jadi Garda Depan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA). Forum penyusunan renstra yang digelar di Hotel Harris Samarinda ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Poniso Suryo Renggono.

Dalam sambutannya, Poniso mengatakan, renstra merupakan dokumen arah kebijakan yang sangat strategis bagi masa depan pelayanan sosial Kutim.

“Jangan sampai ada program yang tertinggal. Karena renstra inilah yang menjadi acuan penyusunan rencana kerja (renja) tahunan. Renja yang akan kita laksanakan sebagai dasar kegiatan DPPPA dan dalam konteks pencapaian visi misi kepala daerah,” tegas Poniso.

Ia menekankan pentingnya peran Bappeda dalam mengawal proses penyusunan dengan cermat dan detail. Hal ini agar ketika disampaikan kepada Bupati, seluruh masukan dari pimpinan daerah bisa langsung diakomodasi.

Lebih jauh, Poniso menyebut DPPPA merupakan dinas yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan akar persoalan masyarakat ke depan. Karena itu, semua potensi dan pemikiran yang dimiliki para pemangku kepentingan harus dimasukkan ke dalam Renstra.

“Jangan sampai di Kutim ada perempuan dan anak-anak yang terlantar atau meminta-minta. Tapi andai pun itu terjadi, harus sudah ada regulasi yang mengatur, melindungi, dan memberi solusi,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti jajaran DPPPA dan lintas instansi ini akan berlangsung empat hari. Melalui Renstra ini, pemerintah berharap terbentuk dokumen strategis yang mampu mengarahkan kebijakan inklusif, memperkuat pemberdayaan, dan memastikan perlindungan perempuan serta anak benar-benar hadir di tingkat paling dasar masyarakat Kutim. (ADV/ProkopimKutim/E)

Loading

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH