Pembangunan Harus Menyentuh Nilai Kemanusiaan, Pemkab Kutim Bangun TPU Modern

SANGATTA –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern di Kelurahan Singa Geweh. Ini merupakan realisasi konsep pembangunan harus menyentuh nilai kemanusian, yakni menghormati kehidupan hingga akhir.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, usai meninjau proyek tersebut, menyebut TPU modern ini sebagai bagian dari kebijakan menata kota yang tertib dan beradab. “Pembangunan itu bukan hanya soal jalan dan gedung, tapi juga tentang penghormatan terakhir yang layak bagi setiap manusia,” tuturnya.

TPU ini dirancang dapat menampung hingga 8.000 jenazah, dengan pembagian lahan lima hektare untuk umat Islam dan 2,5 hektare untuk non-Muslim. Semua fasilitas disiapkan secara gratis oleh pemerintah, termasuk nisan seragam, ruang pemulasaran, serta area ibadah.

Proyek senilai Rp19 miliar itu kini hampir rampung, dan ditargetkan beroperasi Desember 2025. Nantinya, TPU ini akan dikelola langsung oleh UPT Pertamanan dan Pemakaman secara profesional tanpa pungutan biaya.

Selain menjadi solusi kebutuhan ruang pemakaman, TPU modern Kutim diharapkan menjadi simbol kemajuan sosial daerah: pemerintahan yang tidak hanya membangun kota, tapi juga memuliakan kematian.

Dengan desain yang tertib, bersih, dan ramah semua agama, TPU modern Kutai Timur menghadirkan wajah baru birokrasi yang peduli—membangun bukan hanya untuk hidup, tetapi juga untuk menghormati yang telah pergi.

“Tidak akan ada retribusi pemakaman. Semua fasilitas disediakan. Luas makam pun sudah diatur melalui Peraturan Bupati, yaitu 1,5 x 2 meter per makam, supaya tertata rapi dan tidak semrawut,” jelas Ardiansyah. (ADV/ProkopimKutim/E)

Loading

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH