Sinergi Pemerintah, Sekolah, dan Industri Dorong Penciptaan Guru Inovatif di Kutim

SANGATTA – Dunia pendidikan bersama pemerintah daerah, dan industri di Kutai Timur bersinergi memperkuat peningkatan kapasitas guru. Ini ditunjukkan dari dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dari sektor industri dan pemerintah dalam kegiatan In House Training (IHT) di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan (SMAN Satset).
Kegiatan bertema “Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Membangun Komunitas Baru Pembelajar melalui Kolaborasi Teaching Research Group (TRG)” ini menjadi wadah bagi guru untuk berinovasi dalam pembelajaran.
Kehadiran Chief Empowerment Manager Community KPC, Nanang Supriyadi, menegaskan kesinambungan hubungan antara industri dan kegiatan pendidikan.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, turut mengapresiasi dukungan sektor industri dalam membangun SDM lokal. “Kutim tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah tambang, tapi juga sebagai tambang gagasan dan inovasi pendidikan,” tegasnya.
Kepala SMAN Satset, Rubito, menjelaskan, kegiatan ini menumbuhkan growth mindset dan budaya riset di kalangan guru melalui TRG.
“Fokus utama pelatihan ini mencakup tiga hal. Pertama, membentuk growth mindset di kalangan guru dan siswa. Kedua, mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa. Ketiga, memastikan hasil belajar berdampak nyata di masyarakat,” ungkapnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan dua materi utama: growth mindset dan pembelajaran mendalam bersama Tri Widayati dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kaltim, serta sesi kedua bersama Rubito yang fokus pada kolaborasi antarguru melalui Teaching Research Group (TRG).
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan dapat tumbuh dari komunitas guru sendiri, dengan dukungan pemerintah daerah dan dunia industri. (ADV/ProkopimKutim/E)
![]()











