Kutim Petakan Talenta ASN dengan Teknologi Digital

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menggelar Computer Assisted Competency Test (CACT), untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerjanya. Ini merupakan langkah yang lebih terukur dalam memetakan kemampuan ASN-nya.
Sebanyak 500 ASN mengikuti tes ini di Gedung Belajar BKPSDM Kutim. Mereka menggunakan perangkat komputer untuk mengukur potensi dan kompetensi secara objektif. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, menyebut program ini telah dilakukan tiga tahun berturut-turut dengan dukungan penuh dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat dan Regional VIII Banjarmasin.
Misliansyah menjelaskan, CACT menjadi fondasi bagi transformasi manajemen ASN Kutim. Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu memutus praktik lama penempatan jabatan yang hanya mengandalkan senioritas atau kedekatan personal.
“Dengan basis data ini, ke depan kita bisa lebih tepat dalam menempatkan seseorang di posisi strategis, bukan sekadar berdasarkan senioritas atau kedekatan,” tegasnya.
Tes berlangsung selama tiga hari dalam lima sesi maraton, dengan durasi 4,5 jam per peserta. Lebih dari 400 soal disajikan untuk menilai 22 aspek kepribadian dan kepemimpinan. Data hasil tes akan langsung terintegrasi dengan sistem manajemen talenta ASN Kutim.
Tes ini sekaligus menandai pergeseran paradigma birokrasi Kutim: dari administrasi tradisional menuju pemerintahan berbasis meritokrasi. “Tes ini bukan akhir, melainkan permulaan. Di balik layar komputer, 500 aparatur sedang diukur bukan hanya masa kerja, tapi juga potensi, kapasitas, dan integritas,” ujar Misliansyah.
Dengan digitalisasi manajemen SDM, Pemkab Kutim memperkuat fondasi birokrasi berbasis kompetensi, kinerja, dan transparansi. (ADV/ProkopimKutim/E)
![]()











