Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Kembali Digabung, Ini Alasannya!

Sangatta, Etensi.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah menggabungkan kembali Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan menjadi satu instansi. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pengelolaan sektor pendidikan dan kebudayaan, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan daerah yang masih belum memiliki museum sebagai pusat pelestarian budaya.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Kutim, Herwin, menjelaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kebijakan dan program di bidang pendidikan serta kebudayaan.

Menurutnya, dengan kembali digabungnya dua instansi ini, diharapkan kebijakan yang berhubungan dengan pelestarian budaya bisa lebih terarah dan berjalan sejalan dengan sektor pendidikan. Hal ini juga untuk memastikan bahwa kebudayaan lokal tetap terjaga dan bisa menjadi bagian dari edukasi bagi generasi muda.

Selain itu, Herwin menekankan bahwa integrasi kembali kedua dinas ini juga mendukung rencana pembangunan museum daerah, yang selama ini masih menjadi kebutuhan bagi Kutai Timur. Museum diharapkan menjadi wadah penyimpanan benda-benda bersejarah serta pusat edukasi bagi masyarakat mengenai budaya lokal.

“Memang banyak barang-barang yang harus kita selamatkan, termasuk rumah atau benda bersejarah yang memiliki nilai penting bagi Kutai Timur,” tambahnya.

Selain sebagai langkah efisiensi, penggabungan ini juga diharapkan dapat memperkuat regulasi dalam pelestarian budaya. Herwin memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan dan aturan yang berkaitan dengan pengelolaan kebudayaan agar dapat berjalan dengan efektif.

Dengan kebijakan baru ini, Pemkab Kutai Timur optimistis dapat lebih maksimal dalam membangun sinergi antara pendidikan dan kebudayaan, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap warisan sejarah daerah.(Adv)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH