Apansyah Menganggap Pemerintah Tidak Serius Dalam Pengembangan Peternakan di Kutim

Etensi.com, Sangatta – Peluang untuk pengembangan peternakan khususnya hewan sapi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih sangat besar, namun, dirinya melihat hingga saat ini, potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, termasuk pemerintah daerah.
“Sejauh mata memandang, wilayah Kutim yang begitu luas ini, saya belum melihat ada yang serius, kalaupun ada (peternak) itu pun musiman seperti sekarang ini (jelang Idul Adha),” ucap Anggota DPRD Kutim Apansyah.
Selain itu, dirinya menyayangkan sikap pemerintah daerah yang hingga saat ini terkesan abai dengan perkembangan peternakan yang ada di Kutim, hal itu bisa terlihat, pemenuhan kebutuhan daging yang ada masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
“Peternak kita hanya mampu memenuhi sekitar dua persen dari jumlah keseluruhan kebutuhan daging kita, ” ucap Anggota Komisi B DPRD Kutim ini.
Kemudian, Keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) juga dianggap politisi dari Partai Berkarya ini, pemerintah tidak bisa memaksimalkan potensi sumber daya manusia yakni para alumni yang berasal dari Perguruan Tinggi yang sudah berdiri sejak tahun 2001 ini. Yang diketahui juga memiliki jurusan peternakan.
“Dari 18 Kecamatan yang ada, dimana ada peternakan, disini lah saya agak kecewa, ” pungkas Apansyah. (Etens2/Adv)
![]()







