Kekurangan Penyuluh, DPPKB Kutim Andalkan Digitalisasi Percepat Sosialisasi

SANGATTA – Keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah luasnya wilayah administratif Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi tantangan berat bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Menyiasati kesenjangan tersebut, digitalisasi kini dijadikan “senjata” mutlak untuk memastikan program pemerintah tetap sampai ke masyarakat.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, mengungkapkan ketimpangan rasio antara jumlah petugas lapangan dengan cakupan wilayah yang harus dilayani. Kondisi ini membuat metode sosialisasi tatap muka secara konvensional menjadi tidak realistis untuk menjangkau seluruh warga secara rutin.
“Bayangkan, dari 139 desa dan dua kelurahan yang ada di Kutai Timur, kami hanya memiliki 43 penyuluh lapangan keluarga berencana. Jadi, inovasi dalam sosialisasi itu mutlak diperlukan,” tegas Junaidi.
Efisiensi Lewat Teknologi
Untuk menutupi kekurangan personel tersebut, Junaidi menegaskan pentingnya perubahan cara kerja dengan memanfaatkan teknologi. Media sosial, podcast, hingga sistem live streaming kini menjadi kanal utama penyebaran informasi.
Strategi ini memungkinkan satu pesan disampaikan secara serentak ke seluruh pelosok tanpa harus menghadirkan petugas secara fisik di setiap titik.
“Kita cukup bicara di sini (kantor kabupaten), nanti hasilnya disebar secara digital ke camat, kepala desa, hingga kelompok pendamping keluarga di lapangan,” jelasnya.
Pangkas Waktu Distribusi Informasi
Junaidi menambahkan, pendekatan ini tidak hanya mengatasi masalah jarak dan jumlah SDM, tetapi juga memangkas waktu distribusi informasi secara signifikan. Jika sebelumnya butuh waktu berhari-hari untuk sosialisasi ke kecamatan-kecamatan, kini informasi bisa diterima masyarakat secara real-time.
“Kalau dulu butuh waktu berhari-hari sampai seminggu untuk publikasi kegiatan, sekarang begitu selesai acara, detik itu juga bisa kita tayangkan. Ini adalah wujud nyata kolaborasi teknologi untuk mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan,” pungkasnya.(Adv/DPPKB)
![]()









