Strategi Peer Educator: Cara Jitu DPPKB Kutim Masuk ke Lingkaran Pergaulan Gen Z

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerapkan pendekatan baru untuk menembus tembok komunikasi dengan Generasi Z. Tak lagi mengandalkan metode ceramah satu arah dari pejabat, DPPKB kini menggunakan strategi peer educator atau pendidik sebaya sebagai “senjata” utama sosialisasi.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, mengungkapkan bahwa strategi ini melibatkan anggota Generasi Berencana (Genre) untuk masuk ke sekolah-sekolah. Mereka bertugas menjadi jembatan informasi yang lebih relevan dan mudah diterima oleh kalangan remaja.

“Anak-anak Genre ini kita jadikan narasumber praktik baik saat turun ke sekolah. Strategi peer educator ini terbukti lebih jitu karena bahasa yang digunakan satu frekuensi. Mereka bercerita kepada sesama remaja, bukan digurui oleh orang tua,” ujar Junaidi.

Bendung Dampak Negatif Digital

Junaidi menjelaskan, pendekatan teman sebaya ini sangat krusial di tengah gempuran teknologi informasi. Menurutnya, remaja saat ini hidup di “dunia tanpa batas” melalui gawai pintar mereka. Tanpa pendampingan yang tepat, kecerdasan intelektual mereka rentan disusupi pengaruh negatif.

Melalui peer educator, pesan-pesan berat seperti bahaya seks bebas, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga kesehatan reproduksi dapat disampaikan dengan gaya obrolan santai khas anak muda.

“Anak-anak sekarang cerdas, tapi kalau tidak diimbangi edukasi positif, mereka bisa salah arah. Maka kita harus hadir memberi panduan melalui teman-teman mereka sendiri agar lebih didengar,” tambahnya.

Solusi Keterbatasan SDM

Selain lebih efektif secara psikologis, pelibatan Gen Z sebagai agen perubahan juga menjadi solusi taktis atas keterbatasan personel di DPPKB Kutim. Dengan hanya 43 penyuluh lapangan yang harus melayani 139 desa dan dua kelurahan, kolaborasi dengan remaja Genre membantu memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke pelosok.

“Ini bagian dari inovasi komunikasi publik kami. Pesan pembangunan tidak hanya sampai, tetapi juga dipahami dan dijalankan oleh generasi muda sebagai target utama kami,” pungkas Junaidi.(Adv/DPPKB Kutim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH