Kelola Anggaran dengan Hati, Kadis DP3A Kutim Ingatkan Pentingnya Tanggung Jawab Moral dalam Pelayanan Publik

Kutai Timur – Di tengah pembahasan mengenai anggaran responsif gender, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Idham Cholid, menyoroti aspek yang kerap terlupakan oleh para pengelola program dan anggaran: tanggung jawab moral.
Dalam sambutannya pada Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Royal Victoria, Ia menegaskan bahwa anggaran bukan sekadar soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga wujud keadilan bagi kelompok yang membutuhkan.
Idham menyatakan bahwa banyak pejabat hanya fokus pada ketakutan terhadap pemeriksaan administrasi seperti Inspektorat atau auditor eksternal. Padahal, menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan anggaran digunakan sesuai dengan amanah rakyat.
“Anggaran itu bukan hanya soal akuntabilitas laporan. Pertanyaannya, apakah kita sudah adil dalam mengalokasikan anggaran untuk masyarakat yang paling membutuhkan?” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kelompok rentan—termasuk anak-anak disabilitas, perempuan kepala keluarga, dan warga miskin—sering kali tidak mendapatkan perhatian dalam penyusunan program. Hal ini membuat ketimpangan layanan semakin melebar.
Idham mengingatkan bahwa ketika kelompok-kelompok tersebut tidak diperhatikan, dampaknya bukan hanya berupa ketidakpuasan, tetapi juga hilangnya rasa percaya kepada pemerintah.
“Jika mereka merasa diabaikan, doa dan keluhan mereka bisa menjadi konsekuensi moral yang jauh lebih berat daripada pemeriksaan administratif,” tambahnya.
Idham mengajak seluruh OPD untuk membangun kesadaran kolektif bahwa anggaran harus dipergunakan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada yang paling membutuhkan.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat pada angka statistik, tetapi juga pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara nyata.
Melalui pesan ini, DP3A berharap seluruh OPD dapat memperkuat komitmen dalam mengelola anggaran secara adil, bermartabat, dan berorientasi pada kelompok rentan yang selama ini belum terakomodasi secara optimal.ADV
![]()










