Pelajar dan Mahasiswa se-Kaltim Dapat Kesempatan Wujudkan Ide Kreatif di Kompetisi Inovasi Formika

SANGATTA — Forum Multi Pihak Pembangunan Berkelanjutan (Formika) Kabupaten Kutai Timur secara resmi meluncurkan Kompetisi Inovasi Formika, yang mengangkat tema besar “Kutim Hebat 2045: Transformasi Ekonomi Menuju Ekonomi Berkelanjutan”.
Ajang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur ini menjadi wadah besar bagi para pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Timur untuk menyumbangkan ide kreatif dan solusi nyata demi kemajuan daerah.
Kompetisi yang digagas untuk menjawab tantangan ketergantungan Kutai Timur pada sektor ekstraktif seperti pertambangan. Melalui ajang ini, Formika dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengajak masyarakat untuk melahirkan inovasi yang produktif, inklusif, dan selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 serta Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua Harian Formika Kutim, Sudirman Latif, menegaskan bahwa kompetisi ini sengaja dirancang berbeda dari lomba inovasi daerah pada umumnya. Jika lomba biasa lebih sering menyasar instansi pemerintah, Formika justru membuka pintu seluas-luasnya bagi generasi muda dan masyarakat luas.
“Ini adalah ajakan terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk menunjukkan bahwa ide sederhana dari daerah bisa menjadi solusi nyata bagi transformasi ekonomi Kutai Timur. Kami mengajak seluruh generasi muda untuk berani berinovasi,” ujar Sudirman Latif.
Sudirman menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar ajang adu ide, melainkan proses belajar yang komprehensif. Menggunakan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Dimana peserta akan mendapatkan sosialisasi, mentoring, pendampingan, hingga peluang implementasi karya secara nyata.
Pendaftaran dilakukan secara individu maupun kelompok (maksimal 5 orang) dengan kriteria berdomisili atau memiliki KTP Kalimantan Timur. Kategori kompetisi dibagi menjadi dua, yakni Kategori Pelajar dan Kategori Umum/Mahasiswa.
Terdapat 7 Subtema pilihan yang dapat dikembangkan oleh peserta:
- Hilirisasi dan nilai tambah produk lokal
- Digitalisasi ekonomi dan transformasi digital
- Ekonomi kreatif berbasis potensi lokal
- Pariwisata berkelanjutan dan geowisata
- Pengelolaan sampah bernilai ekonomi
- Ketahanan pangan
- Adaptasi perubahan iklim
“Pada tahap penilaian ini 60% itu dari nilai proposal, dilihat dari sisi kemampuannya, manfaat, dampak, kelayakan, implementasi, berkelanjutan dan kemudian kelengkapan video. Nah 40% itu penilaian dari presentasi dihadapan dewan juri,” tambahnya.
Inovator terbaik berkesempatan meraih penghargaan serta membangun jaringan langsung dengan pemerintah, perusahaan, dan mitra pembangunan. Selain itu, karya-karya terbaik akan dimasukkan ke dalam Bank Inovasi Formika untuk dijadikan referensi kebijakan serta program pembangunan Kabupaten Kutai Timur di masa depan.
Mewakili Rizali Hadi selaku Ketua Umum Formika, Sudirman Latif mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa di Kaltim untuk menunjukan ide-ide sederhana dari daerah bisa menjadi solusi nyata bagi transformasi ekonomi Kutai Timur.
Kompetisi Inovasi Formika secara resmi di luncurkan dari sekretariat Formika di Kantor Bappeda Kutim, bagi pelajar dan mahasiswa se Kaltim dapat mendaftar mulai 10 – 30 September 2026. Informasi selengkapnya mengenai panduan dan persyaratan dapat menghubungi narahubung https://wa.me/628135640524 atau melihat melalui poster resmi yang disebarkan di media social Formika.(*)

![]()












