Antisipasi Bencana Banjir, Kutim Siapkan Dokumen Kontingensi Banjir 2025

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memperkuat kesiapan menghadapi bencana banjir melalui kegiatan gladi ruang dan pembentukan posko siaga. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi ini merupakan bagian dari penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Kutim, Sulastin, mengatakan gladi ruang dilakukan untuk menguji kesiapan operasional dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi banjir. Hal ini mengingat banjir hampir selalu terjadi saban tahunnya di Kutim.

“Potensi banjir yang tinggi di Kutim mendasari pentingnya kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk menyusun skenario penanggulangan banjir yang terstruktur dan terkoordinasi,” ujar Sulastin.

Kegiatan ini dibagi menjadi tiga agenda utama. Dimulai dengan sosialisasi dokumen, gladi ruang (table top exercise/TTX), dan gladi posko (command post exercise/TCX). Gladi ruang dan posko menjadi wadah untuk menguji kesiapan operasional dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.

Mewakili Bupati Kutim, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Trisno, menyatakan Kutim memiliki risiko tinggi banjir karena dikelilingi empat daerah aliran sungai (DAS). Menurutnya, penting bagi BPBD menggunakan teknologi memperkuat sistem peringatan dini. “Persiapan adalah kunci dalam penanganan bencana,” tegas Trisno.

Ia menambahkan banjir dapat diprediksi 24-48 jam sebelumnya jika didukung oleh alat deteksi yang memadai, seperti alat pengukur ketinggian air. Ia mencontohkan pengalamannya menggunakan aplikasi ArcGIS untuk mitigasi banjir, yang memungkinkan penanganan secara optimal.

“Semoga dengan adanya Dokumen Kontingensi Banjir ini, mitigasi banjir di Kutim dapat dilakukan secara maksimal,” harapnya. (ADV/ProkopimKutim/E)

Loading

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH