Kutim Siapkan Road Map TPID 2025–2027 untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan Road Map Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025–2027 untuk memperkuat strategi pengendalian harga di tingkat lokal.
Berbicara dalam forum High Level Meeting (HLM), di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mengatakan, dokumen tersebut akan menjadi panduan kebijakan jangka menengah yang berbasis data dan menyesuaikan dengan karakteristik ekonomi daerah.
Menurut Mahyunadi, stabilitas harga yang dijaga secara konsisten dapat memberi efek domino terhadap perekonomian lokal. Hal itu akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan investor, perputaran ekonomi desa, hingga terjaminnya pasokan bahan pokok di pasar.
“Kita ingin TPID bukan hanya menjadi forum tahunan, tapi motor penggerak yang bekerja setiap hari, dari lapangan hingga meja kebijakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kutim Vita Nurhasanah menyebut, penyusunan road map ini bertujuan menyatukan arah kebijakan pusat dan daerah dengan prinsip 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Penting untuk tidak hanya melihat inflasi sebagai angka statistik, tetapi juga bagaimana dampaknya terhadap masyarakat Kutai Timur yang hidup dari sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan kecil,” jelas Vita.
Forum HLM TPID ini turut dihadiri perwakilan Forkopimda, OPD teknis, dan lembaga vertikal. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat respon pemerintah terhadap dinamika harga dan menjaga ketahanan ekonomi daerah.
“Kita tidak sedang meniadakan inflasi, karena dalam batas wajar inflasi itu sehat. Tapi kita harus memastikan inflasi yang terjadi adalah inflasi yang terkendali dan mendorong pertumbuhan,” pungkas Mahyunadi. (ADV/ProkopimKutim/E)
![]()











