Sinergi Adat dan Pemerintah, Sekurau Atas Jadi Teladan Ketahanan Pangan Kutim

BENGALON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong kemandirian pangan melalui pelestarian tradisi pertanian lokal. Salah satu praktik baik kemandirian pangan lokal ini tampak di Desa Persiapan Sekurau Atas, Kecamatan Bengalon, tempat masyarakat Dayak Basap menggelar syukuran panen padi gunung varietas Mayas yang ditanam secara tradisional.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir dalam acara itu, mengapresiasi semangat warga menjaga tradisi bertani yang selaras dengan alam. “Kita jangan meninggalkan cara-cara lokal yang sudah terbukti selaras dengan alam. Pemerintah hadir untuk memperkuatnya dengan teknologi tepat guna, bukan menggantikannya,” katanya.

Padi Mayas ditanam setahun sekali tanpa pupuk kimia, dengan prinsip menjaga keseimbangan tanah dan alam. Tahun ini, sekitar 30 hektare lahan menghasilkan panen melimpah.

Pelaksana Tugas Kepala Desa Persiapan Sekurau Atas, Jamhari menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama seluruh warga serta penerapan kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur suku Dayak Basap.

“Kami diajarkan menanam hanya sekali dalam setahun. Untuk menjaga keseimbangan. Tanah juga butuh istirahat agar tetap subur,” jelas Jamhari.

Dalam arahannya, Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Kutim tengah menyiapkan 100 ribu hektare lahan pertanian baru sebagai bagian dari visi nasional ketahanan pangan. Namun, ia menekankan pentingnya menggabungkan modernisasi dengan kedaulatan budaya lokal.

Acara syukuran ditutup dengan penyerahan simbolis hasil panen dan doa bersama. Tapi bagi warga Sekurau Atas, panen tahun ini bukan akhir, melainkan bagian dari siklus hidup yang terus berputar. (ADV/ProkopimKutim/E)

 

Loading

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH