Bupati Ardiansyah Paparkan Komitmen Perlindungan Pekerja Rentan di Paritrana Award

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tampil memukau dalam sesi penilaian Paritrana Award tingkat Kalimantan Timur. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman secara langsung memaparkan strategi daerah dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja formal dan informal.
Ia memaparkan, perlindungan ketenagakerjaan bukan hanya administrasi, tetapi wujud keadilan sosial. Ardiansyah menjelaskan, perlindungan sosial diberikan pada seluruh pekerja, termasuk yang rentan.
“Semangat kami menuju Universal Coverage Jamsostek bukan slogan. Tapi memang sudah menjadi komitmen dan tertuang dalam visi misi kabupaten,” tegas Ardiansyah di hadapan tim pewawancara.
Ke depannya, ia bahkan menargetkan perlindungan menyeluruh bagi seluruh Lembaga Kemasyarakatan Desa, seperti RT, RW, PKK, Posyandu, Karang Taruna, LPM pada tahun berjalan.
Berdasarkan data, Kutim mencatat 77.074 peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor informal, melebihi estimasi populasi 51.086 orang. Capaian ini disebut Ardiansyah sebagai bukti efektivitas pendekatan lintas sektor yang dijalankan Pemkab.
Ia juga menegaskan komitmen penggunaan APBD untuk menjamin 150 ribu pekerja rentan, termasuk 7.189 petugas Pemilu dan 3.847 aparatur desa dan RT. Semua dijalankan berlandaskan regulasi daerah yang kuat sejak 2022.
Kadisnakertrans Kutim Roma Malau menambahkan, kendati APBD mengalami efisiensi, anggaran perlindungan sosial tetap dipertahankan. “Targetnya tetap untuk melindungi 150 ribu pekerja rentan,” jelas Roma.
Kutim menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota yang memaparkan capaian di hadapan panel penilai, termasuk Sesprov Kaltim Sri Wahyuni dan Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan. (ADV/ProkopimKutim/E)
![]()











