Preeklamsia dan Risiko bagi Ibu Hamil, Dinkes Kutim Imbau Pemeriksaan Rutin

KUTAI TIMUR – Preeklamsia menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi, terutama bagi ibu hamil yang tidak mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi serta kerusakan organ, seperti ginjal dan hati, yang dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin jika tidak ditangani dengan cepat.

Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) menyoroti pentingnya pemeriksaan kehamilan berkala guna mendeteksi dan mencegah preeklamsia sejak dini. Kepala Dinkes Kutim, dr. H. Bahrani, menjelaskan bahwa kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masih perlu ditingkatkan.

“Preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, bahkan kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, kami mengimbau agar ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan antenatal untuk memantau kondisi kesehatan mereka,” ujar dr. Bahrani.

Dinkes Kutim terus berupaya menekan angka kasus preeklamsia dengan berbagai program pencegahan, termasuk melalui pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin yang tersedia di puskesmas dan rumah sakit.

“Kami memiliki program 10 T yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, pemantauan berat badan, dan tata laksana persalinan. Jika ibu hamil terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi, segera dilakukan penanganan medis,” jelas dr. Bahrani.

Dinkes Kutim juga menyarankan para ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti:
✔ Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama tinggi protein dan rendah garam
✔ Rutin berolahraga ringan, seperti jalan kaki atau senam hamil
✔ Menghindari stres berlebihan
✔ Memenuhi kebutuhan cairan dan istirahat yang cukup
✔ Mematuhi jadwal pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran dokter

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Dinkes Kutim juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan desa, bidan, dan puskesmas untuk melakukan pemantauan intensif terhadap ibu hamil berisiko tinggi. Selain itu, fasilitas kesehatan di Kutai Timur terus diperkuat guna memberikan layanan terbaik bagi ibu hamil yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

“Kami ingin memastikan semua ibu hamil di Kutai Timur mendapat layanan kesehatan yang optimal, sehingga mereka dapat melalui kehamilan dengan sehat dan melahirkan bayi yang kuat dan bebas dari komplikasi,” tutup dr. Bahrani.

Dinkes Kutim mengajak seluruh ibu hamil untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan rutin dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala preeklamsia. Kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka komplikasi kehamilan di daerah ini. (Adv)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH