Skema Multi-Years Jadi Andalan Kutim Capai Target 50 Persen Jalan Mantap

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan target ambisius untuk membenahi infrastruktur daerah. Dalam tiga tahun ke depan, persentase jalan dengan kondisi mantap di wilayah Kutim ditargetkan dapat menembus angka 50 persen.
Guna merealisasikan sasaran tersebut, Pemkab Kutim mengandalkan skema pembiayaan kontrak tahun jamak atau multi-years (MY). Sebanyak 13 proyek infrastruktur strategis telah disiapkan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp1,08 triliun.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa skema multi-years merupakan langkah konkret pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses transportasi antardesa dan kecamatan. Menurutnya, kelancaran jalur penghubung sangat mendesak untuk ditangani agar mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang tidak terhambat.
Pembangunan saat ini, lanjut Ardiansyah, tidak cukup hanya dengan membuka ruas jalan baru. Keterhubungan jaringan jalan yang sudah ada juga menjadi kunci utama untuk mendukung aktivitas ekonomi warga di berbagai pelosok kawasan.
“Makanya saya berpikir, mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini, paling tidak jalan mantap kita itu bisa naik ke 50 persen,” ujar Ardiansyah, belum lama ini.
Mengingat kondisi geografis Kutai Timur yang sangat luas, pengerjaan infrastruktur memang harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Bupati menyebutkan beberapa kawasan yang masih memerlukan perhatian ekstra, di antaranya wilayah Kecamatan Sandaran serta jalur yang menghubungkan wilayah Muara Bengkal dengan Desa Mulungan.
Dari segi pembiayaan, alokasi anggaran untuk belasan proyek multi-years ini akan dikucurkan secara bertahap. Pada tahun 2026, Pemkab Kutim mengalokasikan dana sebesar Rp383,9 miliar, disusul porsi yang lebih besar yakni Rp697,5 miliar pada tahun 2027.
Paket pengerjaan bernilai triliunan rupiah ini dipastikan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas jalan. Dana tersebut juga akan menyasar pembangunan fasilitas publik penting lainnya, seperti Jembatan Muara Bengalon serta rekonstruksi Jembatan Batu Balai–Muara Bengkal.
Melalui pelaksanaan program berskema tahun jamak ini, Pemkab Kutim berharap konektivitas antarwilayah dapat segera terwujud secara optimal, sehingga mampu mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten.(Adv)
![]()






