KRS Jadi Perhatian DPPKB Kutim dalam Penguatan Penyuluhan Keluarga

ETENSI.COM – Upaya menekan keluarga risiko stunting (KRS) menjadi salah satu perhatian dalam program penyuluhan yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan program penyuluhan memiliki keterkaitan dengan target pemerintah daerah dalam menekan stunting.

“Tujuan program kami bagaimana menekan atau menurunkan stunting dan KRS. Kami lebih fokus kepada KRS,” ujar Yunie.

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi penting dalam memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat terkait berbagai program yang berkaitan dengan pembangunan keluarga.

Kegiatan lapangan dilakukan melalui berbagai sasaran sesuai program masing-masing penyuluh. Edukasi dapat diberikan kepada masyarakat, kader maupun kelompok lainnya.

Penguatan penyuluhan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Yunie mengatakan program tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap penurunan stunting. Karena itu, penyuluh di lapangan diarahkan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan sasaran tersebut.

“Kalau penyuluhan itu menyentuh keluarga, kita bisa memberikan informasi yang dibutuhkan supaya mereka mengetahui apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Dengan keberadaan tenaga penyuluh di berbagai kecamatan, DPPKB berupaya memperluas edukasi sekaligus memperoleh informasi dari lapangan.

Informasi yang diperoleh penyuluh dapat menjadi bahan dalam memahami kondisi keluarga serta kebutuhan edukasi di wilayah masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan membuat penyuluhan lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

Selain memberikan edukasi, penyuluh juga dapat menjadi penghubung antara program pemerintah dan masyarakat. Peran tersebut diharapkan membantu penyampaian informasi secara berkelanjutan, khususnya kepada keluarga yang menjadi sasaran program.

Penguatan program diharapkan dapat membantu keluarga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya risiko stunting. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *