Satu Penyuluh Bisa Tangani Enam Desa, DPPKB Kutim Akui Sebaran Belum Merata

ETENSI.COM – Keterbatasan jumlah tenaga penyuluh masih menjadi tantangan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur dalam memperluas pelayanan hingga tingkat desa.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan jumlah penyuluh yang tersedia belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah desa yang harus mendapatkan pendampingan.
Menurutnya, dalam kondisi ideal satu desa memiliki satu penyuluh. Namun, keterbatasan tenaga membuat satu penyuluh terkadang harus menangani beberapa desa sekaligus.
“Kalau bisa memang satu desa satu penyuluh. Tetapi karena memang sulit merekrut tenaga penyuluh, akhirnya ada yang menangani lebih dari lima desa,” ujar Yunie.
Bahkan, terdapat kondisi satu penyuluh harus mendampingi sekitar enam desa. Pola tersebut membuat jangkauan pelayanan belum sepenuhnya merata.
Yunie menjelaskan penyuluh juga cenderung bekerja di wilayah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan tugas lapangan.
“Kita belum merata. Ada yang satu orang menangani beberapa desa,” katanya.
DPPKB terus mengoptimalkan tenaga yang tersedia agar kegiatan edukasi, pendampingan dan pengumpulan data tetap berjalan. Penyuluh juga diarahkan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran program.
Kondisi geografis Kutai Timur yang memiliki wilayah luas turut membuat mobilitas penyuluh menjadi bagian dari perhatian dalam pelaksanaan pelayanan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa diperlukan agar informasi program tetap tersampaikan kepada masyarakat.
Pemerataan tenaga penyuluh dinilai menjadi kebutuhan untuk mendukung pelayanan program keluarga, terutama karena jarak antarwilayah di Kutai Timur cukup jauh. (Adv/Kominfo)
![]()






