Sebanyak 7.016 Pengguna Kontrasepsi Pil di Kutim

ETENSI.COM – Sebanyak 7.016 akseptor di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat menggunakan kontrasepsi pil. Jumlah tersebut menjadi salah satu capaian penggunaan metode KB dalam pelayanan DPPKB Kutim.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB), Hj. Mustika, mengatakan kontrasepsi pil masih cukup banyak dimanfaatkan pasangan usia subur.
“Untuk pil ada 7.016 akseptor. Metode ini masih digunakan cukup banyak oleh masyarakat,” ujar Mustika.
Kontrasepsi pil memiliki karakteristik penggunaan yang berbeda dibandingkan sejumlah metode lainnya. Karena penggunaannya dilakukan secara rutin, kedisiplinan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh akseptor.
Mustika mengatakan penyampaian informasi mengenai penggunaan menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Petugas KB turut membantu memberikan penjelasan ketika akseptor mendapatkan layanan.
“Pengguna pil perlu memahami aturan penggunaannya. Ini menjadi bagian yang kami sampaikan melalui pelayanan,” katanya.
Keberadaan 7.016 akseptor menunjukkan masyarakat Kutim memanfaatkan beragam metode dalam menjalankan program keluarga berencana. DPPKB terus mencatat perkembangan masing-masing metode sebagai bagian dari evaluasi.
Menurut Mustika, keberhasilan program KB tidak hanya dilihat berdasarkan jumlah pengguna. Pemahaman masyarakat terhadap metode yang digunakan juga menjadi bagian penting dari pelayanan.
Data penggunaan pil juga menjadi gambaran mengenai kebutuhan pelayanan KB di lapangan. Catatan tersebut membantu melihat pemanfaatan metode yang digunakan secara rutin oleh masyarakat.
Selain pencatatan jumlah akseptor, penyampaian informasi yang tepat juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelayanan KB. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menggunakan metode kontrasepsi sesuai aturan dan kebutuhan masing-masing.
“Yang kami harapkan masyarakat tidak hanya menggunakan, tetapi juga memahami metode yang mereka jalankan,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)
![]()







