Kebutuhan Alat Posyandu Kutim Disusun Berdasarkan Usulan Puskesmas

ETENSI.COM – Pemenuhan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan Posyandu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak menerapkan pola pengadaan yang sama untuk seluruh fasilitas.
Kepala Dinkes Kutim, Dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan Puskesmas menjadi pihak yang menyampaikan kebutuhan peralatan sesuai kondisi pelayanan.
“Usulan dari Puskesmas itu berbeda-beda sesuai kebutuhan mereka, dan itulah yang kita akomodir,” kata Yuwana.
Menurutnya, Kutim memiliki 21 Puskesmas dengan kondisi wilayah dan kebutuhan pelayanan yang berbeda. Karena itu, setiap usulan harus dilihat berdasarkan prioritas.
Dinkes juga masih memberikan dukungan kepada fasilitas pelayanan yang belum mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan secara mandiri. Rumah sakit daerah termasuk dalam fasilitas yang masih mendapat dukungan tersebut.
Salah satu peralatan yang telah tersedia ialah alat antropometri. Perangkat tersebut digunakan untuk mengukur berat dan tinggi badan anak sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan.
Pengadaan alat kesehatan juga menghadapi tantangan akibat efisiensi anggaran tahun ini. Sejumlah agenda yang sebelumnya direncanakan harus dikurangi atau ditunda.
Yuwana mengakui kondisi tersebut membuat tidak seluruh kebutuhan peralatan dapat langsung dipenuhi.
“Memang tahun ini ada efisiensi anggaran sehingga banyak yang tadinya diagendakan akhirnya berkurang,” ujarnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap berupaya memprioritaskan kebutuhan yang dianggap penting bagi pelayanan masyarakat.
Pola berbasis usulan tersebut diharapkan membuat pengadaan lebih tepat guna. Peralatan yang disalurkan dapat langsung menjawab kebutuhan pelayanan di wilayah masing-masing, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat. (Adv/Kominfo)
![]()







