Standar Mutu Jadi Kunci, Kutim Siapkan Pembinaan Produk untuk Tembus Pasar Internasional

Kutai Timur – Dorongan produk lokal untuk menembus pasar internasional bukan hanya soal jumlah produksi, tetapi juga kemampuan memenuhi standar mutu yang ditetapkan pembeli luar negeri.
Inilah fokus utama yang kini disorot Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur, menyusul ketertarikan mitra global terhadap komoditas kakao dan nanas asal daerah tersebut.
Pemerintah menegaskan, peningkatan kualitas menjadi langkah wajib sebelum komoditas itu benar-benar dipasarkan di Eropa.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihak mitra luar negeri siap memberikan pendampingan terkait standar produk.
“Pembeli pasti ingin kualitas yang sesuai dengan permintaan mereka. Makanya mereka akan memberikan pembinaan, termasuk cara fermentasi kakao yang tepat,” ujarnya.
Menurut Teguh, keberhasilan produk Kutim masuk ke pasar global sangat bergantung pada kemampuan menyesuaikan mutu dengan kebutuhan pasar, bukan sebaliknya.
Ia menekankan bahwa pelaku usaha tidak bisa bergantung pada selera lokal jika ingin ekspor. Produk harus mengikuti standar negara tujuan, mulai dari proses pengolahan, kualitas bahan baku, hingga konsistensi produksi.
Teguh menggambarkan situasi tersebut melalui sebuah analogi sederhana: pembeli tentu mencari rasa sesuai preferensinya, bukan rasa yang ditentukan penjual.
Seiring meningkatnya peluang kerja sama ekspor, Dinas Koperasi dan UMKM terus mendorong pelaku UMKM memperbaiki proses produksi, terutama sektor kakao. Komunikasi dengan calon mitra juga berlangsung aktif untuk memastikan pembinaan berjalan sesuai arah kebutuhan pasar.
Dengan pendampingan teknis dan peningkatan standar mutu, Kutim berharap produk kakao dan nanas lokal dapat bersaing di pasar global dan memperluas jangkauan eksportir daerah.
Langkah ini dipandang penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kutai Timur di tingkat internasional.ADV
![]()











