DLH Kutim Susun RIP-KeHATI, Langkah Strategis Lindungi Keanekaragaman Hayati Daerah

Kutai Timur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memaksimalkan peran dalam menjaga kelestarian alam melalui penyusunan dokumen Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP-KeHATI).
Dokumen ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan hidup dan pemanfaatan sumber daya hayati agar tetap seimbang, terarah, serta berkelanjutan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kutim, Adrian Wahyudi, menjelaskan bahwa RIP-KeHATI nantinya tidak hanya menjadi dokumen perencanaan semata, tetapi juga pedoman yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, upaya ini diperlukan agar pengelolaan lingkungan di Kutim memiliki arah yang jelas berdasarkan potensi ekosistem wilayah.
“RIP-KeHATI ini penting agar pengelolaan keanekaragaman hayati di Kutim lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya menegaskan.
Adrian juga memaparkan bahwa penyusunan dokumen dilakukan melalui metode partisipatif. DLH menggelar serangkaian Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai elemen, antara lain Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, lembaga adat, serta komunitas pemerhati lingkungan. Melalui forum tersebut, setiap pihak diberi ruang untuk menyampaikan masukan dan pengalaman lapangan.
Pihaknya berharap, kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan kebijakan pengelolaan hayati yang realistis dan dapat dijalankan bersama. Adrian menegaskan bahwa DLH tidak ingin dokumen RIP-KeHATI hanya menjadi arsip administratif tanpa implementasi.
“Semua pihak kami libatkan supaya hasilnya bisa diterapkan bersama dan tidak berhenti di atas kertas,” katanya.
Melalui penyusunan RIP-KeHATI, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya sistem pengelolaan kawasan konservasi yang terpadu, baik di kawasan hutan, pesisir, maupun wilayah permukiman.
Dokumen ini juga diharapkan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan pembangunan yang tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem serta perlindungan flora dan fauna lokal. Dengan demikian, Kutai Timur mendorong masa depan lingkungan yang lebih terjaga dan berkelanjutan. ADV
![]()











