Peran PLKB dan CSR Perusahaan Didorong DPPKB Kutim Perkuat Program Stop Stunting

Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui penguatan peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan menggandeng dukungan dunia usaha.

Program ini menjadi strategi terpadu yang dinilai mampu mempercepat penanganan kasus stunting di daerah, mengingat persoalan tersebut masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Kutim.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM lapangan telah dilakukan melalui pelatihan bagi PLKB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Mereka dibekali kemampuan untuk melakukan deteksi dini, mengidentifikasi keluarga dengan potensi stunting, hingga melakukan pendampingan langsung dengan pendekatan edukatif.

“PLKB dan TPK sudah kami latih untuk mendeteksi dan mendampingi keluarga berisiko, sementara CSR perusahaan diarahkan untuk memperbaiki sarana pendukungnya,” ujarnya.

Achmad juga menekankan bahwa kolaborasi dengan sektor usaha, terutama perusahaan tambang seperti PT KPC dan PT Dominggo Coal, sangat diperlukan agar intervensi penanganan stunting tidak semata bertumpu pada APBD.

Menurutnya, kontribusi dunia industri dapat memperluas jangkauan program serta mempercepat penyediaan fasilitas penunjang kesehatan keluarga.

“Kalau dunia usaha ikut ambil bagian, dampak program bisa lebih luas,” katanya.

DPPKB memastikan akan mengawal penyaluran dukungan CSR dan pendanaan daerah agar tepat sasaran sesuai basis data keluarga berisiko yang dikumpulkan petugas lapangan.

Dengan sinergi kebijakan, SDM terlatih, dan dukungan dunia usaha, pemerintah optimistis upaya penurunan stunting di Kutim dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. ADV

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH