Dewi Fokus Benahi Data Sebelum Intervensi Stunting di Sangatta Selatan

ETENSI.COM – Kecamatan Sangatta Selatan memilih memperkuat validasi data sebelum menentukan bentuk intervensi penanganan stunting. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan penyebab persoalan yang dialami setiap keluarga.

Camat Sangatta Selatan, Dewi, mengatakan dirinya belum ingin terburu-buru menentukan bentuk intervensi sebelum data keluarga berisiko dan anak bawah dua tahun yang diduga mengalami stunting diperiksa kembali.

“Saya ingin datanya dibenahi dulu. Jangan sampai kita memberikan intervensi tetapi ternyata penyebabnya bukan itu,” ujar Dewi.

Menurutnya, faktor risiko keluarga dapat berbeda-beda. Persoalan bisa berkaitan dengan asupan gizi, sanitasi, ketersediaan jamban, kondisi rumah maupun faktor keluarga lainnya.

“Kalau memang masalahnya gizi, tentu intervensinya bisa PMT. Tetapi kalau persoalannya tidak punya jamban atau sanitasi, tidak bisa hanya diberikan makanan tambahan,” jelasnya.

Karena itu, data by name by address dinilai diperlukan untuk mengetahui kondisi setiap keluarga secara lebih spesifik. Validasi juga dibutuhkan agar program yang nantinya dijalankan tidak bersifat seragam untuk seluruh sasaran.

Dewi menyebut PLKB turut membantu proses pendataan. Bahkan, mahasiswa KKN diarahkan untuk membantu melakukan verifikasi terhadap data yang telah dikumpulkan di lapangan.

“Kita perlu tahu kondisi sebenarnya. Data yang ada harus dicek kembali supaya intervensinya tepat,” katanya.

Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan membuat penanganan stunting lebih terarah. Kecamatan nantinya dapat mengoordinasikan kebutuhan dengan perangkat daerah sesuai persoalan yang ditemukan di masing-masing wilayah.

Dewi menilai keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh bantuan makanan, tetapi juga kemampuan pemerintah mengidentifikasi akar masalah setiap keluarga. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *