DPPKB Kutim Berharap Hak Penyuluh Lapangan Lebih Diperhatikan

ETENSI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh perhatian terhadap dukungan bagi tenaga penyuluh yang menjalankan tugas di lapangan. Dukungan tersebut dinilai berkaitan dengan kelancaran penyuluhan sekaligus pengumpulan data dari masyarakat.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan penyuluh memiliki tanggung jawab besar karena menjadi ujung tombak kegiatan edukasi dan membantu menyampaikan informasi dari lapangan.
“Kami ingin memberikan yang terbaik kepada mereka, tetapi kami juga belum memberikan hak yang pantas,” ujar Yunie.
Menurutnya, tenaga penyuluh membutuhkan dukungan yang sesuai dengan tugas yang dijalankan. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, mereka juga berhadapan langsung dengan kondisi wilayah yang luas serta harus menjangkau masyarakat di berbagai desa.
Dukungan operasional yang diterima tenaga penyuluh rata-rata sekitar Rp100 ribu. Nilai tersebut berada di luar gaji bagi penyuluh yang berstatus sebagai pegawai.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas DPPKB bersama pihak terkait, termasuk Bappeda. Pembahasan diarahkan untuk melihat bentuk dukungan yang dapat diberikan sehingga pelaksanaan tugas penyuluh di lapangan dapat berjalan lebih baik.
“Harapan kami ke depan dukungan untuk mereka juga bisa diperhatikan,” kata Yunie.
Selain dukungan operasional, luas wilayah kerja juga menjadi pertimbangan. Jarak antardesa yang cukup jauh membuat penyuluh membutuhkan dukungan agar kegiatan edukasi, pendampingan serta pengumpulan data dapat dilakukan secara optimal.
Yunie berharap perhatian terhadap hak dan dukungan bagi tenaga penyuluh dapat ditingkatkan ke depan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penyuluh menjalankan tugas secara lebih maksimal ketika dibutuhkan untuk pelayanan maupun penyediaan data.
“Kami berharap ke depan bisa memberikan hak mereka juga, sehingga ketika kami membutuhkan data, tugas mereka bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
DPPKB menilai penguatan dukungan terhadap penyuluh merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan program keluarga. Dengan dukungan yang memadai, tenaga lapangan diharapkan dapat terus menjalankan fungsi edukasi, pendampingan dan pengumpulan data bagi kebutuhan program di Kutim. (Adv/Kominfo)
![]()






