Sikap Warga terhadap KB Berbeda, DPPKB Kutim Kedepankan Edukasi

ETENSI.COM – Respons masyarakat terhadap program keluarga berencana di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) cukup beragam. Perbedaan penerimaan tersebut menjadi salah satu kondisi yang ditemui tenaga penyuluh ketika memberikan informasi dan edukasi mengenai program KB di lapangan.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan respons warga terhadap program KB tidak selalu sama. Sebagian masyarakat dapat menerima informasi yang disampaikan, sementara lainnya masih membutuhkan penjelasan sebelum menentukan pilihan.

“Macam-macam. Ada yang memang tidak mau ber-KB, ada juga yang langsung setuju,” ujar Yunie.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap program KB. Warga yang telah memiliki pengetahuan mengenai manfaat dan pilihan program cenderung lebih mudah menerima informasi yang diberikan oleh penyuluh.

Menurut Yunie, masyarakat yang masih mempertimbangkan pilihan KB tidak langsung diarahkan untuk mengikuti program. Penyuluh terlebih dahulu memberikan informasi yang dibutuhkan agar warga dapat memahami pilihan yang tersedia.

“Ada yang langsung setuju karena sudah memahami, tetapi ada juga yang belum mau mengikuti KB,” katanya.

Penyuluh kemudian menyesuaikan cara komunikasi dengan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Pendekatan tersebut diperlukan karena karakter dan kebutuhan informasi setiap kelompok masyarakat dapat berbeda.

DPPKB juga mendorong agar proses edukasi dilakukan secara terbuka melalui penyuluhan dan konseling. Dengan cara tersebut, masyarakat memiliki kesempatan memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum menentukan pilihan terkait program KB.

“Kalau mereka mau mengikuti program KB, ada edukasi dan konseling terlebih dahulu,” ujar Yunie.

Kegiatan edukasi tidak hanya diarahkan kepada masyarakat umum, tetapi juga menyasar kelompok sesuai dengan program kerja penyuluh. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan sasaran sehingga informasi mengenai program keluarga dapat lebih mudah diterima.

Melalui pendekatan edukasi tersebut, DPPKB berupaya memperkuat komunikasi antara penyuluh dan masyarakat. Peran penyuluh menjadi bagian penting dalam membantu menyampaikan informasi program pemerintah sekaligus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan warga di tingkat lapangan. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *