Lewat “Cap Jempol”, DPPKB Kutim Pastikan Penanganan Stunting Tepat Sasaran

Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengubah pola pendekatan dalam penanganan stunting. Tidak lagi sekadar menunggu laporan di balik meja, DPPKB kini menerapkan strategi agresif bernama “Cap Jempol” atau Cara Pelayanan Jemput Bola Stop Stunting.

Melalui strategi ini, tim DPPKB bergerak aktif mendatangi sedikitnya 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk melakukan koordinasi langsung dan “mengeroyok” masalah stunting secara terpadu.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa pola jemput bola ini diperlukan untuk memangkas birokrasi dan memastikan data keluarga berisiko stunting segera mendapatkan intervensi yang konkret.

“Tim kami tidak menunggu. Kami akan jemput bola ke PD-PD (Perangkat Daerah) terkait untuk membedah data, memastikan program intervensi tepat sasaran,” ujar Junaidi dalam forum koordinasi, baru-baru ini.

Dalam pelaksanaannya, tim DPPKB membawa data hasil verifikasi dan validasi lapangan untuk dicocokkan dengan program di dinas terkait. Junaidi mencontohkan, data keluarga yang tidak memiliki akses air bersih akan langsung dikoordinasikan dengan PDAM. Sementara itu, keluarga yang membutuhkan bantuan sosial atau pelatihan kerja akan disandingkan dengan program di Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, hingga BAZNAS.

“Setiap dinas memiliki peran sesuai rekomendasi hasil verifikasi. Jadi keluarga mana yang butuh bedah rumah, air bersih, atau jamban, datanya sudah jelas,” tambahnya.

Langkah proaktif ini juga bertujuan menyamakan persepsi bahwa stunting bukan hanya isu kesehatan, melainkan isu sanitasi, ekonomi, dan perumahan. Hasil dari koordinasi “Cap Jempol” ini nantinya akan menjadi materi utama dalam rapat lintas sektor yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

“Kalau data tidak akurat, maka perencanaan pembangunan pun akan salah arah. Karena itu kami pastikan datanya valid dulu lewat jemput bola ini, baru dibahas pembiayaannya,” pungkas Junaidi. (ADV/DPPKB Kutim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH