Sisir Data UPPKA Vakum, DPPKB Kutim Lakukan Evaluasi Menyeluruh

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah taktis untuk membenahi manajemen kelompok usaha binaannya. Fokus utama kini diarahkan pada penyisiran data Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang terindikasi mati suri alias vakum, maupun yang mengalami kendala organisasi.
Langkah evaluasi ini menjadi agenda prioritas dalam rapat internal BPC Andalan UPPKA Kutim yang digelar di Ruang Rapat DPPKB, belum lama ini.
Kepala Dinas DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B menegaskan, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memetakan kondisi riil kelompok usaha di lapangan. Ia telah menginstruksikan Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga untuk menelaah secara detail data UPPKA di seluruh kecamatan, guna memilah mana kelompok yang masih produktif dan mana yang butuh penanganan khusus.
“Mungkin hari ini akan dievaluasi oleh pengurus tingkat kabupaten, nanti saya akan terima laporannya dari kepala bidang,” ujar Junaidi.
Junaidi menyebut, pembenahan internal organisasi menjadi “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan lebih dulu sebelum melangkah ke target yang lebih besar. Ia meminta segala permasalahan yang ditemukan, baik itu terkait tata kelola maupun keuangan, diselesaikan dengan merujuk pada regulasi yang ada.
“Jika ada masalah administrasi, keuangan, dan lain sebagainya, kembalikan kepada aturan yang berlaku,” tegasnya.
Evaluasi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk menghidupkan kembali peran vital UPPKA. Menurut Junaidi, UPPKA harus bertransformasi menjadi wadah produktif yang nyata dalam mendongkrak pendapatan keluarga akseptor, yang pada akhirnya berkontribusi pada program keluarga sejahtera dan percepatan penurunan stunting.
Jika “bersih-bersih” di tingkat internal kabupaten sudah selesai dan organisasi kembali solid, Junaidi optimis target ekspansi ke seluruh wilayah Kutim dapat tercapai.
“UPPKA yang solid di tingkat kabupaten akan mampu memberikan pengimbasan positif dan membentuk UPPKA di tingkat kecamatan. Target kita eksis di 18 kecamatan,” pungkasnya.(Adv/DPPKB Kutim)
![]()









