Kolaborasi Antar-OPD Jadi Kunci, DP3A Kutim Dorong Penguatan Implementasi Anggaran Responsif Gender

Kutai Timur – Upaya memperkuat pelaksanaan anggaran responsif gender (ARG) di Kutai Timur tidak dapat berdiri sendiri. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Cholid, menegaskan bahwa kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) merupakan faktor utama dalam memastikan perencanaan dan penganggaran yang benar-benar berpihak pada kelompok rentan.

Pesan ini disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) ARG di Hotel Royal Victoria. Dalam sambutannya, Idham menguraikan bahwa implementasi PUG dan ARG bergantung pada peran masing-masing OPD, mulai dari perencanaan hingga pengawasan.

Ia menekankan bahwa mekanisme seperti pengisian tagging kegiatan responsif gender, asistensi perencanaan, hingga review anggaran harus dilakukan secara terkoordinasi antara bidang perencanaan, BPKAD, dan Inspektorat.

“Jika seluruh tahapan ini berjalan bersama, implementasi ARG akan jauh lebih kuat,” ujarnya.

Idham menyebutkan bahwa banyak hambatan terjadi bukan karena kurangnya aturan, tetapi lemahnya koordinasi antar-OPD. Beberapa dinas belum memahami penandaan kegiatan responsif gender, sementara yang lain belum mengintegrasikan kebutuhan kelompok rentan ke dalam dokumen perencanaan.

“Kolaborasi itu penting. Jika hanya satu OPD yang jalan, hasilnya tidak akan terlihat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tahun anggaran 2026 diprediksi penuh tantangan karena keterbatasan dana operasional. Oleh sebab itu, penyusunan anggaran harus semakin cermat dan adil, memastikan setiap rupiah dialokasikan secara tepat sasaran.

Argumen ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi dalam merumuskan program yang tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok lainnya.

Dengan penguatan kolaborasi lintas OPD, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap implementasi ARG dapat berjalan lebih efektif, berdampak luas, dan menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang inklusif serta berkeadilan.ADV

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH