Tak Bisa Pakai Starlink, Diskominfo Kutim Andalkan GSM Booster untuk Perkuat Sinyal

KUTAI TIMUR, ETENSI.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan akses telekomunikasi di daerah terpencil menghadapi tantangan baru. Setelah rencana pemanfaatan layanan internet berbasis satelit Starlink tidak dapat direalisasikan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur kini beralih pada solusi lain, yaitu penggunaan GSM booster atau penguat sinyal di wilayah-wilayah yang sudah memiliki Base Transceiver Station (BTS) tower.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonnar Hamonangan Siburian, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji langkah strategis untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan akses komunikasi yang memadai.

“Kemarin sempat ada wacana memanfaatkan Starlink, tapi ternyata tidak bisa. Oleh karena itu, kami sedang menyusun rencana alternatif dengan menambah GSM booster untuk memperkuat sinyal di wilayah yang sudah memiliki BTS tower,” ujar Ronny pada Kamis (21/3/2024).

Menurutnya, GSM booster menjadi opsi terbaik saat ini karena dapat meningkatkan jangkauan dan kualitas sinyal telekomunikasi di daerah yang sulit terjangkau jaringan seluler. Langkah ini juga dinilai lebih praktis dibandingkan membangun infrastruktur baru yang membutuhkan anggaran besar serta waktu yang lebih lama.

Diskominfo Kutim mencatat bahwa ada beberapa titik BTS yang telah dibangun di Kutai Timur, meskipun proyek ini sempat terhambat akibat kasus dugaan korupsi pengadaan BTS 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang melibatkan mantan Menkominfo, Johnny G. Plate. Akibatnya, banyak daerah yang belum mendapatkan manfaat penuh dari infrastruktur tersebut.

Ronny mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi BTS yang ada serta melakukan koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memastikan optimalisasi sinyal melalui GSM booster.

“Kami akan mendata BTS yang sudah terbangun dan melihat bagaimana kita bisa mengoptimalkan fungsinya. Dengan tambahan GSM booster, kami berharap sinyal bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di desa-desa,” tambahnya.

Selain memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, Diskominfo Kutim juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah yang membutuhkan akses komunikasi lebih baik. Jika ada perusahaan yang memiliki BTS dan bersedia memasang GSM booster, hal ini akan sangat membantu memperluas jangkauan sinyal bagi masyarakat sekitar.

“Banyak perusahaan yang memiliki BTS sendiri, dan selama mereka bersedia berbagi jaringan dengan masyarakat, tentu ini bisa menjadi solusi yang baik. Permasalahan utama dalam infrastruktur telekomunikasi biasanya terletak pada ketersediaan listrik, tapi jika perusahaan mendukung, maka kita bisa bersama-sama memperkuat akses komunikasi di daerah ini,” jelas Ronny.

Pemerintah Kutai Timur berkomitmen untuk terus mencari solusi dalam mengatasi kendala telekomunikasi di wilayahnya. Ronny berharap, dengan implementasi GSM booster, daerah-daerah yang selama ini mengalami kesulitan akses sinyal dapat segera merasakan manfaatnya.

“Kami akan terus berupaya agar masyarakat Kutai Timur mendapatkan akses komunikasi yang lebih baik. Dengan berbagai langkah yang kami siapkan, kami optimis bahwa kendala jaringan di daerah terpencil bisa dikurangi secara bertahap,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kutai Timur, terutama di daerah pelosok yang selama ini kesulitan mendapatkan sinyal. Dengan inovasi dan kerja sama yang terus dikembangkan, harapannya akses telekomunikasi di daerah ini bisa semakin merata dan mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi digital.(Adv)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH