Internet Desa Kutim Beroperasi, Pemerintah Cari Solusi Atasi Blank Spot

Sangatta, Etensi.com – Program Internet Desa di Kabupaten Kutai Timur telah berjalan secara bertahap dan kini sudah menjangkau 141 Kantor Desa/Kelurahan di seluruh wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari konsep Smart City yang diusung pemerintah daerah untuk memperkuat akses digital bagi masyarakat.
Meskipun program ini telah berjalan, akses internet desa saat ini masih terbatas di kantor desa dan belum dapat mencakup seluruh wilayah desa, terutama daerah yang masih mengalami blank spot. Beberapa desa yang memiliki jaringan di kantor desa juga membuka akses gratis bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan layanan ini.
Kepala Diskominfo Staper Kutai Timur, Ronny Bonnar Hamonangan Siburian, mengakui bahwa masih ada tantangan dalam pemerataan jaringan, terutama di daerah terpencil seperti Desa Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran. Kendala utama dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi adalah pertimbangan bisnis dari penyedia layanan internet.
“Pemerintah Kutai Timur terus mendorong pembangunan tower internet di wilayah-wilayah blank spot, namun penyedia layanan juga mempertimbangkan faktor ekonomi, seperti jumlah penduduk yang akan menggunakan layanan tersebut,” ungkap Ronny.
Pemkab Kutai Timur berencana mencari solusi terbaik untuk mengatasi kendala ini. Tahun depan, strategi baru akan dirumuskan untuk memperluas akses internet hingga ke pelosok daerah. Salah satu upaya yang tengah dipertimbangkan adalah kerja sama dengan penyedia layanan internet untuk mencari model bisnis yang lebih inklusif serta memanfaatkan teknologi alternatif seperti jaringan satelit.
Dengan adanya program Internet Desa, diharapkan akses digital dapat semakin merata dan mendukung berbagai aspek pembangunan, termasuk pendidikan, ekonomi, serta pelayanan publik di Kutai Timur. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengupayakan agar seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat dari perkembangan teknologi informasi.(Adv0
![]()











