Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat: Faizal Rachman Ajak Semua Pihak Tingkatkan Pendapatan Daerah Kutim

SANGATTA, ETENSI.COM – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, menyoroti pentingnya optimalisasi pendapatan dari retribusi dan penyertaan modal daerah dalam upaya meningkatkan anggaran pembangunan untuk tahun 2025. Dalam evaluasinya, Faizal mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi pendapatan yang belum dimaksimalkan, terutama dari sektor Galian C dan penyertaan modal ke PDAM.

Menurut Faizal, pendapatan dari retribusi Galian C masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi yang ada. “Penerimaan dari sektor ini belum mencapai target yang diharapkan. Kami perlu memperketat pengawasan dan penertiban untuk memastikan bahwa pendapatan dari retribusi Galian C dapat dioptimalkan secara maksimal,” ujar Faizal.

Faizal juga mencatat bahwa realisasi pendapatan dari penyertaan modal di PDAM dan beberapa sektor lainnya tidak sesuai dengan target. Tahun 2023, pendapatan dari penyertaan modal hanya mencapai 4 miliar rupiah dari target 7 miliar rupiah. “Untuk tahun 2025, kami tetap menetapkan target sebesar 7 miliar rupiah. Kami perlu strategi yang lebih efektif untuk mencapainya,” jelasnya.

Faizal menekankan bahwa peningkatan pendapatan daerah dapat dicapai melalui pengelolaan yang lebih baik dan efisien. “Kami harus memperbaiki kapasitas pengelolaan pendapatan, menegakkan regulasi dengan lebih tegas, dan memanfaatkan teknologi untuk meminimalkan kebocoran pendapatan,” tegasnya.

Selain itu, Faizal mengusulkan penataan ulang dan penerapan regulasi yang lebih ketat untuk sektor Galian C. “Regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat akan membantu mengoptimalkan pendapatan dari sektor ini sekaligus memastikan bahwa aktivitas penambangan tidak merusak lingkungan,” jelasnya.

Dalam konteks PDAM, Faizal menyarankan investasi dalam teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. “Investasi dalam teknologi pengelolaan air akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dari penyertaan modal serta memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Faizal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai tujuan ini. “Kerjasama yang baik antara berbagai pihak akan menciptakan sistem pengelolaan pendapatan yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah strategis yang diusulkan, Faizal optimis bahwa Kutim dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk pembangunan infrastruktur serta layanan publik. “Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di Kutim,” tutup Faizal Rachman. (Adv/*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH