Ketua DPRD Kutim Dukung Penuh Kebijakan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

SANGATTA, ETENSI.COM – Dalam momentum peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei 2024, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengumumkan dukungan penuh terhadap sebagian besar tuntutan yang diajukan oleh para buruh di wilayah tersebut. Acara peringatan ini diselenggarakan di Jalan Ilham Maulana, Folder, Sangatta, Kutai Timur, dan dihadiri oleh perwakilan buruh, anggota DPRD, serta masyarakat lainnya.

Salah satu keputusan signifikan yang diumumkan adalah terkait kebijakan tenaga kerja lokal dan asing. Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut telah disetujui oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Dalam kebijakan ini, proporsi tenaga kerja lokal diwajibkan mencapai 80 persen, sementara tenaga kerja asing mendapatkan alokasi 20 persen.

Menurut Joni, ada sembilan tuntutan yang diajukan oleh para buruh, dan sebagian besar telah disetujui. “Salah satu yang disoroti adalah proporsi tenaga kerja lokal yang tinggi,” kata Joni.

Joni menekankan bahwa kebijakan ini telah disusun dengan cermat dan telah disertai dengan anggaran yang mencukupi untuk pelaksanaannya.

DPRD Kutai Timur memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini, dengan Joni menambahkan bahwa ini adalah langkah progresif dalam memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan tenaga kerja setempat.

Dia juga mengajak para buruh untuk aktif membantu pemerintah dalam menegakkan aturan terkait perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut.

Salah satu aspek penting yang disoroti adalah aturan terkait perusahaan di Kabupaten Kutai Timur yang diwajibkan menguruskan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi tenaga kerja asing yang bekerja di sana selama setahun.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Joni menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan para buruh untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan ini.

“Harapan dari kebijakan ini adalah agar para buruh dapat berperan aktif dalam memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku, sehingga memberikan manfaat besar bagi Kabupaten Kutai Timur dalam jangka panjang. Kesejahteraan pekerja dan pembangunan ekonomi lokal menjadi fokus utama dalam langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat,” harap Joni.

Dalam suasana peringatan Hari Buruh Sedunia ini, semangat kolaborasi antara pemerintah dan buruh Kutai Timur tampak mengalir kuat, menandakan langkah maju dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan berkelanjutan. (Adv/*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH