Keterbatasan Waktu Jadi Kendala Penyerepan Anggaran Belum Maksimal

Etensi.com, Sangatta – Belum optimalnya penyerapan anggaran pada tahun 2022 lalu bisa dimaklumi dengan alasan keterbatasan waktu, terutama dalam anggaran perubahan. Hal ini diungkapkan oleh David Rante, seorang anggota DPRD Kutai Timur kepada media setelah mengikuti laporan pertanggungjawaban Bupati Kutai Timur tahun anggaran 2022 pada Selasa (9/5/2023).
Menurut David Rante, anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, keterbatasan waktu pelaksanaan program pembangunan menjadi salah satu faktor penurunan efisiensi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyerapan anggaran. “Karena anggaran yang besar baru datang di akhir tahun melalui APBD Perubahan, waktu pelaksanaannya menjadi terbatas,” ungkapnya.
Dengan batasan waktu yang singkat, hanya dua bulan tersisa, David Rante yang juga menjabat sebagai ketua Pansus LKPJ mengatakan bahwa sedikit OPD yang berhasil memaksimalkan program yang direncanakan sebelumnya. “Wajar jika ada program yang tidak bisa sepenuhnya terealisasi. Bahkan ada program yang tidak bisa dilaksanakan sama sekali karena keterbatasan waktu,” tambahnya.
Dalam hal program yang tidak dapat dimaksimalkan, politisi dari Partai Gerindra ini menyebutkan bahwa pengadaan barang dan jasa menjadi kendala utama. Beberapa program harus melalui tender dan melibatkan pihak ketiga, yang membuat pelaksanaannya terbatas. “Selain itu, kurangnya sumber daya manusia juga menjadi masalah, terutama di Dinas Satpol-PP yang hanya memiliki 149 personel. Menurut saya, instansi ini masih kekurangan sumber daya manusia dan belum ideal. Oleh karena itu, saya meminta mereka (Satpol-PP) untuk segera melakukan peninjauan terkait masalah ini,” ujarnya.
Dalam menghadapi kendala penyerapan anggaran, David Rante menegaskan perlunya koordinasi yang lebih baik antara OPD dan pihak terkait untuk memastikan penyerapan anggaran yang optimal. Selain itu, upaya peningkatan sumber daya manusia serta penguatan manajemen pelaksanaan program pembangunan juga merupakan langkah penting untuk memaksimalkan penggunaan anggaran secara efektif dan efisien.
Dalam kesimpulannya, David Rante menjelaskan bahwa meskipun ada kendala dalam penyerapan anggaran tahun 2022, hal ini dapat dimaklumi mengingat keterbatasan waktu dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan sinergi antara OPD dan pihak terkait untuk memastikan penyerapan anggaran yang lebih baik di tahun mendatang.(Eten1/Adv)
![]()







