Joni Dukung Program TNI Manunggal Membangun Desa

Etensi.com, Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur Joni mengutarakan dukungannya terkait program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 117 tahun 2023 di wilayah Kodim 0909/Kutai Timur yang menyasar di Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng. Hal itu disampaikan politisi PPP usai mengikuti upacara pembukaan program TMMD ke 117 tahun 2023 di lapangan Desa Suka Maju, Rabu (12/7/2023).
“Alhamdulillah luar biasa antusias dari masyarakat, saya juga mewakili unsur pimpinan DPRD mendukung sepenuhnya kegiatan TMMD ini,” ujar Joni
Ia mengatakan kegiatan ini sangat banyak memberikan manfaat bagi warga desa. Sebab, warga desa saat ini sangat membutuhkan akses jalan terdekat. Dengan adanya TMMD ini, bakal dibuka akses jalan tersebut. Yakni kurang lebih 5 Kilometer jarak tempuhnya.
“Dengan kepiawaiannya TNI menemukan jalan pintas. Memangkas jalan 5 Kilometer tersebut menjadi 2,7 kilometer,” ucapnya.
Artinya juga membantu pemerintah untuk menekan biaya pembangunan. Sebelumnya pun Pemkab Kutim telah mendukung kegiatan itu dengan dana sebesar Rp 2 miliar.
“Mudah-mudahan bisa dilaksanakan dengan baik oleh TNI AD, sesuai yang diharapkan TNI dan masyarakat setempat,” harapnya.
Sementara, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Adi Swastika melaporkan bahwa TMMD ke-117 di Kecamatan Kongbeng dilaksanakan berdasarkan surat telegram Pangdam VI/MLW selaku PKO TMMD Nomor ST/748/2023 tanggal 27 Juni 2023 tentang perintah untuk melaksanakan program TMMD ke-117 tahun 2023. Surat telegram Danrem 091/ASN Nomor ST/812/2023 tanggal 27 Juni 2023 tentang perintah untuk melaksanakan program TMMD ke-117 tahun 2023 selama 30 hari dan pertimbangan Komando dan staf Kodim 0909/KTM.
“Tempat pelaksaannya ada di Desa Suka Maju dan Desa Makmur Jaya Kecamatan Kongbeng. Dimulai dari tanggal 12 Juli sampai 10 Agustus 2023. Sedangkan untuk personelnya sebantak 150 orang” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sasaran TMMD ke-117 yakni sasaran fisik meliputi peningkatan jalan (pengerasan) antara Desa Makmur Jaya dan Suka Maju. Jalan yang biasa ditempuh sekitar 4-5 kilometer akan dipotong menjadi sekitar 2 kilometer. Di samping itu juga rehab musala, rehab rumah layak huni sebanyak 2 unit dan pembuatan 1 unit sumur bor.
“Untuk sasaran non fisiknya meliputi penyuluhan berkaitan dengan Kamtibmas, bela negara, KB Kesehatan, pertanian dan peternakan, narkoba, stunting balita, posyandu dan sosialisasi perekrutan prajurit TNI AD,” tutupnya. (Etens3/Adv)
![]()







