Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) telah mempersiapkan program pelatihan intensif bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan berlangsung pada tahun 2025. Sebanyak 180 peserta dari berbagai cabang lomba, termasuk Tartil, Qiraat, dan Tilawah, telah dipilih untuk mengikuti pelatihan khusus yang diadakan di tiga lokasi berbeda: Hotel Lumbu, Hotel Kubis, dan Hotel Kutai Permai.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Poniso Suryo Renggono, menjelaskan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen untuk memberikan pelatihan terbaik bagi kafilah Kutim. “Kami telah mendatangkan pelatih-pelatih berpengalaman dari tingkat provinsi untuk membantu mempersiapkan para peserta. Persiapan ini kami lakukan dengan sungguh-sungguh, dengan harapan peserta dari Kutai Timur bisa memberikan prestasi yang membanggakan bagi daerah,” ujar Poniso.
Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada aspek moral dan mental para peserta. Poniso menekankan pentingnya persiapan matang bagi setiap peserta agar mereka dapat tampil maksimal di ajang MTQ tingkat provinsi. “Kami memberikan motivasi kepada peserta agar mereka bisa berlatih dengan sepenuh hati dan tidak setengah-setengah. Harapannya, mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan membawa harum nama Kutai Timur,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Kutim juga memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan fisik dan mental para peserta. “Kesehatan tubuh dan suara sangat penting untuk mencapai performa terbaik. Kami berharap peserta dapat menjaga kondisi fisik mereka dengan baik selama pelatihan,” lanjut Poniso.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelatih berpengalaman, Pemkab Kutim berharap bahwa para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan membawa prestasi gemilang di ajang MTQ tingkat provinsi. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berusaha memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan MTQ 2025, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun semangat kebersamaan dan keimanan bagi masyarakat Kutim.(Adv)












