DPPKB Kutim Pastikan Penyuluh Siap Hadapi Masyarakat

ETENSI.COM – Kesiapan tenaga penyuluh menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebelum mereka melaksanakan tugas di tengah masyarakat. Pembekalan diberikan untuk mendukung kemampuan penyuluh dalam menyampaikan informasi dan melakukan pendampingan.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan penyuluh pendamping lokal mendapatkan pembekalan agar mampu menjalankan fungsi edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Sudah dibekali bagaimana caranya memberikan informasi dan edukasi supaya masyarakat tertarik mengikuti program,” ujar Yunie.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum penyuluh menjalankan tugas di wilayah masing-masing. Materi yang diberikan diarahkan untuk membantu penyuluh memahami cara menyampaikan informasi program kepada masyarakat.

Menurut Yunie, penyuluh berhadapan langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang dan tingkat pemahaman berbeda. Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar informasi mengenai program keluarga dapat diterima dengan baik.

Penyuluh juga perlu menyesuaikan cara penyampaian dengan kondisi masyarakat yang ditemui di lapangan. Pendekatan tersebut diperlukan agar kegiatan edukasi tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program yang tersedia.

DPPKB tidak hanya mengandalkan pembekalan internal dalam meningkatkan kapasitas penyuluh. Tenaga penyuluh juga dapat mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang difasilitasi BKKBN, baik melalui kegiatan daring maupun pertemuan secara langsung.

Yunie mengatakan peningkatan kapasitas tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi penyuluh dalam menjalankan tugas.

“Beberapa kali kami mengikuti peningkatan SDM melalui Zoom. Pernah juga kami mengikuti kegiatan secara langsung,” ujarnya.

Kesiapan tenaga penyuluh menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan program di lapangan. Dengan pembekalan yang diberikan, penyuluh diharapkan mampu menjelaskan program, melakukan pendampingan serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Penguatan kapasitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya DPPKB meningkatkan kualitas pelayanan program keluarga. Penyuluh yang memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan komunikasi diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih terarah di berbagai wilayah Kutim. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *