Galeri Budaya Kutim Jadi Jendela Mengenal Jejak Sejarah Karst Sangkulirang Mangkalihat

ETENSI.COM – Masyarakat yang ingin mengenal jejak sejarah dari kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat tidak selalu harus mendatangi lokasi penemuan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki galeri budaya yang menyimpan sejumlah benda hasil temuan dari kawasan tersebut.

Disdikbud Kutim melalui Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya, David Hernanda, mengatakan galeri menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan benda-benda bersejarah kepada masyarakat. Keberadaannya juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal peninggalan budaya dalam ruang yang lebih mudah dijangkau.

“Benda hasil temuan yang sudah berada dalam pengelolaan kami ditempatkan di galeri. Masyarakat bisa melihat dan mendapatkan gambaran mengenai peninggalan budaya dari kawasan tersebut,” ujar David.

Sejumlah benda yang tersimpan berkaitan dengan temuan dari beberapa situs di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat. Di antaranya kendi, mangkuk, periuk, dan tempayan yang ditemukan pada situs berbeda.

Menurut David, keberadaan galeri memiliki fungsi dalam mendukung pelestarian. Benda yang telah ditemukan tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat menjadi media pengenalan sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat.

Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat sendiri menjadi salah satu wilayah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Pengenalan kawasan melalui berbagai kegiatan juga dinilai dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya menjaga peninggalan tersebut.

“Galeri bisa menjadi tempat masyarakat mengenal benda-benda yang berkaitan dengan sejarah kawasan tanpa harus mengambil atau memindahkan benda yang masih berada di situs,” katanya.

Selain menjadi ruang penyimpanan, galeri juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda. Dengan melihat langsung benda peninggalan yang telah terdokumentasi dan dikelola, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai perjalanan sejarah serta kekayaan budaya yang dimiliki Kutim.

Disdikbud berharap keberadaan galeri dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Kutim kepada generasi muda. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *