Beasiswa Dokter Spesialis Jadi Investasi SDM Kesehatan Kutim

ETENSI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan pemenuhan dokter spesialis melalui investasi pendidikan bagi dokter umum asal daerah. Program beasiswa tersebut dirancang agar penerima pendidikan kembali mengabdi di Kutim setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Hj. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman untuk mendukung dokter umum melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
“Untuk tahun ini ada dua dokter, satu mengambil spesialis kandungan dan satu penyakit dalam,” kata Yuwana.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah memberikan dukungan pembiayaan pendidikan kepada dokter yang terpilih. Sebagai bagian dari skema beasiswa, penerima memiliki kewajiban kembali ke Kutai Timur dan menjalankan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan.
Kebijakan itu menjadi salah satu langkah Dinkes membangun ketersediaan dokter spesialis dari sumber daya manusia daerah sendiri. Pemerintah tidak hanya mengandalkan tenaga kontrak untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di rumah sakit.
Yuwana menjelaskan, kewajiban pengabdian penerima beasiswa dihitung berdasarkan masa pendidikan. Rumus yang digunakan yakni dua kali masa pendidikan ditambah satu tahun.
Dengan ketentuan tersebut, dokter yang menempuh pendidikan spesialis selama lima tahun memiliki kewajiban pengabdian selama 11 tahun di Kutai Timur.
“Karena sudah mendapatkan beasiswa dari Kutai Timur, mereka wajib kembali mengabdi di Kutai Timur,” tegasnya.
Selain memberikan pembiayaan, Dinkes juga melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dokter spesialis serta rencana penempatannya setelah pendidikan selesai. Pemetaan tersebut dilakukan agar keberadaan tenaga yang telah dibiayai pemerintah dapat diarahkan sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan.
Pengembangan SDM kesehatan juga tidak hanya menyasar dokter umum. Pemerintah daerah turut melihat potensi putra daerah untuk dikembangkan pada bidang kedokteran, kedokteran gigi dan farmasi.
Menurut Yuwana, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kesehatan untuk kebutuhan jangka panjang. Dokter yang berasal dari daerah diharapkan dapat kembali dan memperkuat pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Kutim.
Program beasiswa dokter spesialis dengan ikatan pengabdian tersebut sekaligus menjadi upaya membangun kemandirian SDM kesehatan daerah, sehingga pemenuhan tenaga medis dapat disiapkan secara lebih terencana dan berkelanjutan. (Adv/Kominfo)
![]()







