Empat Indikator Jadi Ukuran Kinerja Pendidikan Kutim

ETENSI.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggunakan empat indikator utama sebagai acuan dalam melihat capaian pembangunan sektor pendidikan. Pengukuran tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk mengetahui perkembangan pelayanan dan mutu pendidikan di daerah.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan indikator yang digunakan tidak hanya melihat terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi juga mencermati capaian dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Ukuran kita ada empat, yaitu SPM pendidikan, rapor pendidikan, akreditasi dan program unggulan Bupati,” jelas Mulyono.

Ia menjelaskan, masing-masing indikator memiliki fungsi dalam memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) digunakan untuk melihat pemenuhan pelayanan dasar pendidikan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, rapor pendidikan memberikan gambaran mengenai kondisi serta capaian satuan pendidikan berdasarkan sejumlah aspek. Akreditasi juga menjadi salah satu ukuran yang digunakan untuk melihat mutu dan kelayakan satuan pendidikan.

Selain ketiga indikator tersebut, Disdikbud turut memasukkan program unggulan Bupati sebagai bagian dari ukuran kinerja sektor pendidikan. Program daerah tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan peserta didik maupun satuan pendidikan.

Mulyono menyebut, dari 50 program unggulan Bupati Kutim, sekitar 10 di antaranya berkaitan dengan sektor pendidikan. Program tersebut mencakup beasiswa, bantuan buku dan seragam, BOSDA, serta sejumlah program pembelajaran dan pendidikan lainnya.

“Program unggulan itu juga menjadi bagian yang kita ukur dalam pelaksanaan pembangunan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Mulyono, penggunaan empat indikator tersebut membantu Disdikbud melihat pelaksanaan pembangunan pendidikan secara lebih menyeluruh. Evaluasi tidak berhenti pada jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga diarahkan pada hasil dan kualitas pelayanan.

Disdikbud Kutim akan terus mengevaluasi capaian masing-masing indikator sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan program pendidikan, sehingga kebijakan yang dijalankan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan dan masyarakat. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *