Guru di Wilayah Terpencil Dapat Insentif Lebih Tinggi

ETENSI.COM– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan perhatian terhadap guru yang bertugas di wilayah terpencil. Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa pemberian insentif yang disesuaikan dengan lokasi penempatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, mengatakan besaran insentif guru berbeda berdasarkan tingkat kesulitan dan jarak wilayah penugasan.
“Semakin jauh penempatannya, insentifnya juga berbeda. Ini salah satu bentuk perhatian kepada guru yang bertugas di wilayah jauh,” jelas Mulyono.
Ia memberikan contoh, tenaga pendidik non-ASN di kawasan Sangatta memperoleh insentif sekitar Rp1,275 juta. Sementara di wilayah Sandaran zona 7, nominalnya dapat mencapai sekitar Rp2,7 juta.
Menurut Mulyono, kebijakan tersebut diharapkan menjadi salah satu faktor yang membuat guru bersedia bertahan di wilayah penempatan.
Sebab, sekolah di daerah terpencil memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi jarak dan akses.
Selain insentif, pemerintah juga mengatur mekanisme perpindahan guru. Menurutnya, guru yang ingin berpindah sekolah tidak bisa hanya berdasarkan keinginan pribadi.
“Kalau mau pindah harus ada sekolah yang menerima dan ada sekolah yang melepas. Jadi harus ada keseimbangan kebutuhan,” ujar Mulyono.
Ia mengatakan kebijakan penempatan guru harus mempertimbangkan kebutuhan sekolah agar perpindahan tenaga pendidik tidak justru menimbulkan kekurangan di wilayah tertentu.
Dinas Pendidikan terus melakukan pemetaan kebutuhan guru sekaligus mempertimbangkan kondisi setiap wilayah.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan proses pembelajaran, terutama bagi siswa yang berada di kawasan terpencil Kutim. (Adv/Kominfo)
![]()









Tinggalkan Balasan