Jarak Antardesa Jadi Tantangan Pemerataan Penyuluh di Kutai Timur

ETENSI.COM – Luas wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan tenaga penyuluh keluarga berencana hingga tingkat desa. Jarak antardesa yang cukup jauh membuat kebutuhan tenaga pendamping di lapangan menjadi lebih besar.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga penyuluh di tingkat desa cukup besar.
“Semestinya kalau bisa satu desa satu penyuluh, karena kita tahu jarak antara desa satu dengan desa lainnya cukup jauh,” ujar Yunie.
Namun, kebutuhan tersebut belum dapat diwujudkan sepenuhnya karena jumlah tenaga penyuluh masih terbatas. Dalam pelaksanaan di lapangan, satu penyuluh dapat menangani beberapa desa sekaligus untuk menjalankan kegiatan edukasi, pendampingan dan pendataan.
Bahkan, terdapat penyuluh yang harus menjangkau lebih dari lima desa. Kondisi tersebut membuat petugas perlu membagi waktu dan jangkauan pelayanan sesuai dengan wilayah kerja yang telah ditetapkan.
Menurut Yunie, keberadaan penyuluh di tingkat desa dibutuhkan agar kegiatan edukasi dan pendampingan dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. Jarak antarlokasi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tugas tersebut.
DPPKB berupaya mengoptimalkan tenaga yang sudah tersedia, termasuk melalui keberadaan penyuluh pendamping lokal. Kehadiran tenaga tambahan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan kegiatan di wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Yunie menilai penambahan tenaga di tingkat desa akan membantu penyuluh menjalankan fungsi edukasi, pendampingan dan pendataan secara lebih dekat dengan masyarakat.
Selain menyampaikan informasi mengenai program keluarga, penyuluh juga membantu memperoleh data dari lapangan. Informasi tersebut menjadi bagian yang dibutuhkan DPPKB untuk mengetahui kondisi masyarakat dan mendukung pelaksanaan program sesuai sasaran.
Karena itu, kebutuhan pemerataan tenaga penyuluh berkaitan dengan upaya memperkuat pelayanan hingga tingkat desa. Semakin dekat tenaga pendamping dengan masyarakat, semakin mudah kegiatan edukasi, pendataan dan pendampingan dilakukan sesuai kondisi wilayah.
DPPKB terus mengoptimalkan tenaga yang tersedia sambil memperhatikan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pemerataan tenaga diharapkan dapat memperkuat pelayanan program keluarga hingga desa-desa yang memiliki jarak antarlokasi cukup jauh. (Adv/Kominfo)
![]()






