SIGA Jadi Sistem Pelaporan Program Keluarga di Kutim

ETENSI.COM – Pelaksanaan program keluarga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didukung sistem pelaporan berbasis digital melalui aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Sistem tersebut digunakan untuk mencatat dan melaporkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program keluarga di lapangan.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan penggunaan SIGA menjadi bagian dari mekanisme pelaporan yang diterapkan dalam kegiatan program keluarga.

“Kalau untuk pelaporannya menggunakan SIGA. Itu langsung dari BKKBN,” ujar Yunie.

Penggunaan sistem tersebut membuat kegiatan yang dilakukan penyuluh di lapangan dapat dilaporkan melalui platform yang telah ditetapkan. Informasi yang dikumpulkan kemudian menjadi bagian dari sistem informasi keluarga yang dikelola secara terpusat.

Menurut Yunie, DPPKB memiliki akses untuk melakukan input data sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan. Namun, kewenangan untuk melihat data secara rinci memiliki batasan sesuai akses yang diberikan dalam sistem.

“Kami bisa menginput, tetapi untuk melihat secara rinci datanya tidak bisa semuanya,” jelasnya.

Penyuluh menjadi salah satu unsur yang berperan dalam mengumpulkan informasi dari lapangan. Data tersebut kemudian dimasukkan sesuai kegiatan dan sasaran yang ditangani di wilayah kerja masing-masing.

Pelaporan melalui SIGA juga menjadi bagian dari pengelolaan data program keluarga yang membutuhkan informasi dari berbagai wilayah. Data yang dihimpun dapat berkaitan dengan kegiatan penyuluhan maupun sasaran program yang ditangani oleh DPPKB.

Salah satu program yang membutuhkan dukungan pendataan berkaitan dengan keluarga risiko stunting. Informasi dari lapangan dapat membantu menggambarkan kondisi keluarga yang menjadi sasaran sehingga pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Yunie mengatakan sistem pelaporan tersebut menjadi bagian dari mekanisme yang digunakan dalam menjalankan kegiatan penyuluhan.

“Jadi kegiatan yang dilakukan di lapangan itu dilaporkan melalui SIGA sesuai dengan mekanisme yang ada,” jelasnya.

DPPKB terus mengoptimalkan peran penyuluh dalam proses pendataan dan pelaporan kegiatan. Melalui penggunaan SIGA, informasi dari lapangan dapat dihimpun melalui sistem yang telah disiapkan BKKBN.

Penguatan sistem pelaporan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan program keluarga sekaligus membantu ketersediaan data untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di wilayah Kutim. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *