Sebanyak 32 Akseptor Manfaatkan Metode Amenore Laktasi di Kutim

ETENSI.COM – Masa setelah persalinan menjadi salah satu periode yang ikut mendapat perhatian dalam pelayanan keluarga berencana di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). DPPKB Kutim mencatat sebanyak 32 akseptor menggunakan Metode Amenore Laktasi (MAL).

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB), Hj. Mustika, mengatakan MAL memiliki karakteristik khusus karena berkaitan dengan kondisi ibu setelah melahirkan dan masa menyusui.

“Untuk MAL ada 32 akseptor,” kata Mustika.

Metode tersebut berbeda dengan sejumlah kontrasepsi lainnya karena berkaitan dengan kondisi ibu menyusui. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai penerapannya menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat.

“MAL berkaitan dengan kondisi tertentu pada ibu menyusui. Karena itu, ada ketentuan yang harus dipahami,” ujarnya.

DPPKB Kutim terus mengarahkan pelayanan KB agar dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan keluarga setelah kelahiran anak. Periode tersebut menjadi salah satu waktu bagi pasangan untuk mulai memikirkan rencana kehamilan berikutnya.

Mustika mengatakan petugas dapat memberikan penjelasan kepada pasangan yang membutuhkan informasi mengenai metode KB setelah persalinan.

“Setelah mempunyai anak, pasangan juga perlu memikirkan bagaimana mengatur rencana kehamilan berikutnya,” katanya.

Data 32 pengguna MAL menjadi bagian dari keseluruhan pencatatan pelayanan KB Kutim. Jumlah tersebut tetap masuk dalam pemantauan bersama metode kontrasepsi lainnya dan menunjukkan adanya pemanfaatan metode yang berkaitan dengan masa menyusui.

Mustika berharap pelayanan KB dapat terus mendukung keluarga sejak masa setelah persalinan hingga perencanaan kehamilan berikutnya.

“Program KB harus bisa berjalan berdampingan dengan kebutuhan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *