Cagar Budaya Kutim Belum Masuk Kurikulum Sekolah

ETENSI.COM – Kekayaan cagar budaya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum secara khusus masuk dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang masih dapat dikembangkan dalam upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim melalui Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya, David Hernanda, mengatakan materi mengenai cagar budaya saat ini belum diterapkan secara khusus dalam kurikulum sekolah.
“Untuk materi cagar budaya memang belum masuk secara khusus dalam kurikulum pembelajaran di sekolah,” ungkap David.
Ia menjelaskan, bidang kebudayaan dan pendidikan baru berada dalam satu organisasi sehingga pengembangan program yang menghubungkan materi cagar budaya dengan pembelajaran masih membutuhkan proses.
Sementara untuk kegiatan kebudayaan lainnya, Disdikbud memiliki program pentas seni tingkat sekolah yang biasanya menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal dan menampilkan kesenian.
Namun, pada tahun ini kegiatan tersebut tidak dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Program kebudayaan yang berjalan lebih banyak diarahkan untuk mendukung agenda yang masuk dalam program prioritas pemerintah daerah.
David menyebut pengenalan budaya kepada pelajar tetap penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus kebudayaan daerah.
Menurutnya, pengenalan tersebut tidak harus selalu melalui pembelajaran formal. Galeri budaya, kegiatan seni dan berbagai agenda kebudayaan juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Kutim.
“Ke depan tentu masih terbuka peluang untuk mengenalkan cagar budaya melalui berbagai kegiatan, sehingga anak-anak juga mengetahui peninggalan sejarah yang ada di daerahnya,” katanya. (Adv/Kominfo)
![]()








