Posyandu Kutim Kini Bertransformasi Jadi Pusat Pelayanan 6 SPM

ETENSI.COM – Peran Posyandu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini berkembang melampaui pelayanan kesehatan dasar. Konsep Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) membuat sejumlah perangkat daerah ikut mengambil peran dalam pembangunan masyarakat desa.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan perubahan fungsi tersebut membuat Posyandu tidak lagi menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja.
“Posyandu sekarang tidak hanya ranah kesehatan, tetapi ada enam dinas yang terkait,” ujar Yuwana.
Enam unsur pemerintah daerah yang disebut terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, DPMD serta Satpol PP.
Keterlibatan lintas sektor tersebut membuat pelayanan masyarakat di tingkat desa dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih luas. Kesehatan tetap menjadi salah satu bagian, namun kebutuhan pendidikan, sosial, infrastruktur dan pelayanan lainnya juga mendapat ruang.
Menurut Yuwana, perubahan tersebut penting karena persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah. Setiap sektor memiliki kontribusi sesuai tugas masing-masing.
Dinas Kesehatan sendiri tetap memberikan dukungan berupa tenaga medis, obat-obatan dan pelayanan kesehatan yang menjadi kewenangannya.
Sementara kebutuhan lain dapat ditangani oleh perangkat daerah terkait berdasarkan bidang masing-masing.
Yuwana menyebut Posyandu kini diarahkan menjadi pusat pelayanan masyarakat di desa. Perubahan fungsi tersebut juga membutuhkan koordinasi antarlembaga agar pelayanan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Enam OPD ini harus sama-sama berkontribusi aktif untuk kemajuan pembangunan masyarakat di desa,” katanya.
Dengan konsep tersebut, Posyandu diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penimbangan bayi dan balita. Keberadaannya dapat menjadi titik pelayanan yang lebih komprehensif dan dekat dengan masyarakat desa. (Adv/Kominfo)
![]()







